Bagaimana Menghilangkan Stres Kalau Jagoan Anda Kalah Pemilu Hari Ini? Begini Cara Menangkalnya

Mendekati saat-saat pencoblosan Pemilu 2019, hari ini mungkin banyak orang semakin merasa deg-degan, khawatir hingga stres bila jagoannya kalah .

Bagaimana Menghilangkan Stres Kalau Jagoan Anda Kalah Pemilu Hari Ini? Begini Cara Menangkalnya
http://www.dokterdigital.com
Ilustrasi 

BANGKAPOS.COM -- Mendekati saat-saat pencoblosan Pemilu 2019, hari ini mungkin banyak orang semakin merasa deg-degan, khawatir hingga stres bila jagoannya kalah.

Jika Anda adalah salah satunya, tidak perlu malu untuk mengakuinya. Rasa duka yang dirasakan ketika jagoan politik Anda kalah adalah sesuatu yang wajar.

Pasalnya, politik merupakan bagian dari identitas diri seseorang, menurut studi yang dipublikasikan dalam Scientific Reports pada 2017.

Setelah melihat respons otak partisipan ketika dihadapkan dengan klaim-klaim politik dan non-politik, peneliti utama studi yang berasal dari Brain and Creativity Institute di University of Southern California Jonas Kaplan menyimpulkan bahwa keyakinan politik, seperti halnya keyakinan agama, merupakan bagian penting dari diri dan lingkaran sosial seseorang.

Di Amerika Serikat, isu post-elective stress atau stres pasca pemilu mencuat sebagai respons terhadap pemilu 2016. Kemenangan Donald Trump rupanya tidak hanya membuat banyak pendukung Hillary Clinton patah hati, tetapi juga membuat sebagian pendukungnya sendiri merasa stres bila perbedaan pilihan akan menghambat relasi mereka.

Stres ini, menurut laporan Stress in America: Coping with Change, dirasakan oleh kedua kubu hinga bulan Januari, dua bulan setelah pemilu berakhir.

Menangkal stres pasca pemilu

Lantas, bagaimana caranya supaya kita tidak berlarut-larut dalam stres pasca pemilu seperti para pemilih di AS?

Dilansir dari The Atlantic, 10 November 2016, Mary McNaughton-Cassill yang merupakan seorang profesor psikologi di University of Texas-San Antonio berkata bahwa kekalahan junjungan dalam pemilu berkemungkinan kecil dapat mendorong seseorang mengalami depresi klinis.

McNaughton-Cassill yang mempelajari manajemen stres dan tekanan emosional usai kejadian 9/11 menemukan bahwa orang-orang yang menjadi depresi stelahnya adalah orang-orang yang telah memiliki kondisi tersebut sebelum 9/11.

Halaman
123
Editor: Herru W
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved