Pemilu 2019

KPU Babel Sebut Jumlah Pemilih e-KTP Melebihi dari 2 Persen Surat Suara Cadangan

Persoalan terjadi karena pemilih DPK atau yang menggunakan e-KTP jumlahnya lebih dari 2 persen surat suara cadangan.

KPU Babel Sebut Jumlah Pemilih e-KTP Melebihi dari 2 Persen Surat Suara Cadangan
Kompas.com
Petugas mengujicoba penggunaan mesin pembaca chip e-KTP (card reader) di Kementerian Dalam Negeri, Rabu (8/5/2013). Kementerian Dalam Negeri menghimbau kepada seluruh instansi pemerintah dan perbankan untuk menyediakan card reader e-KTP, sebab terhitung sejak 1 Januari 2014 KTP non elektronik tidak berlaku lagi. Selain itu e-KTP juga tidak boleh difotocopy karena dapat merusak chip. 

BANGKAPOS.COM - Ketua KPU Kepulauan Bangka Belitung Davitiri menanggapi banyaknya keluhan masyarakat yang tak bisa memilih gunakan e-KTP. Pihaknya memang menemui dan mendapatkan laporan mengenai pemilih yang tidak terdaftar di DPT, lalu tidak bisa memilih menggunakan e-KTP.

Menurut dia pihaknya begitu juga para petugas KPPS hingga KPU kabupaten kota sudah berusaha melayani maksimal proses pemungutan suara. Terkait ini amanah undang-undang nomor 7 tahun 2017 mengatakan  jumlah surat suara di TPS itu adalah jumlah DPT plus 2 persen.

"2 persen inilah kemudian yang menjadi surat suara cadangan untuk DPK menggunakan suaranya. Dan kami tidak bisa memprediksi orang-orang yang menggunakan e-KTP. DPK ini bisa memilih pukul 12.00 sampai 13.00 di TPS terdekat sesuai dengan alamat dia tinggal, apabila tidak bisa, dia bisa memilih di TPS yang ada di kelurahan atau desa sesuai tempat tinggalnya," kata Davitri ditemui di kantornya, Rabu (17/4/2019) malam.

Dia menegaskan semua logistik sudah sesuai dengan perencanaan awal yang sudah disortir, dihitung, di-packing, dan didistribusikan sesuai dengan jumlah kecamatan dan kelurahan serta TPS yang ada.

"Perencanaannya sesuai yang kami sampaikan, tepat jumlah, tepat jenis, dan tepat sasaran, dan tepat waktunya yaitu H-1 pencoblosan," katanya.

Menurutnya persoalan terjadi karena pemilih DPK atau yang menggunakan e-KTP jumlahnya lebih dari 2 persen surat suara cadangan.

"Ini yang menjadi persoalan. Ada yang datang ke KPU kabupaten kota, PPS, PPK, ada juga yang ke Kantor KPU Provinsi menanyakan itu. Ada juga tadi yang datang pakai KTP luar Babel, ini yang kami tegaskan sejak awal tidak bisa," ucapnya.

Disinggung ada warga yang bahkan tetap tidak bisa memilih ketika sudah keliling ke delapan TPS, Davitiri menyebut itu bisa saja terjadi karena seluruh surat suara cadangan di TPS telah terpakai.

"Kami sebenarnya sudah berusaha maksimal melayani pemilih, tetapi ya memang karena undang-undang regulasi, aturan, bahwa surat suara yang ada di TPS adalah sejumlah DPT plus dua persen," katanya.

Terjadi banyak pemilih menggunakan e-KTP, Davitri menyebut pihaknya sudah berkali-kali menyampaikan hingga membuka posko ketika tahapan pencocokan dan penelitan (pencoklitan) DPT hingga tiga kali hasil perbaikan. Setiap tahapan, mulai dari DPS, perbaikan DPS hingga DPT selalu diumumkan di kantor lurah atau desa agar masyarakat bisa mengecek.

Halaman
12
Penulis: Dedi Qurniawan
Editor: Ardhina Trisila Sakti
Sumber: bangkapos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved