Pemilu 2019

TPS 5 Kace Timur Tampilkan Nuansa Melayu dan China

Disambut dengan dua lampion naga berwarna merah terang yang menjadi pintu gerbang memasuki TPS 05 Kace Timur, Kecamatan Mendo Barat

TPS 5 Kace Timur Tampilkan Nuansa Melayu dan China
Bangkapos.com/Krisyanidayati
Suasana di TPS 5 Kace Timur, Mendo Barat. Bangka Pos/Krisyanidayati. 

BANGKAPOS.COM-- Disambut dengan dua lampion naga berwarna merah terang yang menjadi pintu gerbang memasuki TPS 05 Kace Timur, Kecamatan Mendo Barat, Kabupaten Bangka, Rabu (17/4/2019).

Sepanjang jalan menuju TPS dihiasi dengan tudung saji dan spanduk yang bertuliskan dengan ajakan untuk menggunakan hak suaranya. Sampai di depan pintu TPS para pemilih disambut dengan petugas TPS yang mengenakan pakaian adat melayu bernuansa merah dan ungu.

Lampion bulat berwarna merah dan dihiasi dengan hiasan kain batik berwarna warni yang dipasang pada dinding TPS. Saat usia menggunakan hak suaranya ini para pemilih dapat berfoto di photo booth yang telah disediakan.

Di luar TPS yang merupakan salah satu teras rumah warga ini digunakan untuk nanggung yang menyediakan makanan khas Bangka seperti ketupat daun, rendang, dan makanan lainnya.

Itulah Kreativitas para Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) dalam menyulap tempat pemungutan suara. Para petugas TPS pin turut mengenakan pakaian adat melayu.

Ketua KPPS, Maryono mengatakan hal ini dilakukan sebagai upaya untuk meningkatkan partisipasi pemilih, pasalnya pada pemilihan Bupati lalu partisipasi pemilih di TPS itu tidak sampai 40 persen.

"Tudung saji ini melambangkan ikon kabupaten Bangka,karena Kace Timur ini masuk kabupaten Bangka, meskipun kami ini kata orang perbatasan, tapi kami tetap masuk kabupaten Bangka makanya menggunakan ikon ini," katanya ditemui Bangka Pos di TPS.

Ia menjelaskan, untuk membuat TPS menjadi semenarik ini tidak hanya modal dari KPU saja, melainkan dibantu dari swadaya masyarakat.

"Standarnya anggaran TPS itu kan Rp 1,6 juta, tapi ini banyak swadaya masyarakat kayak kain batik kami dipinjami dari pengrajin batik yang ada di Kace Timur, lampion juga kami dibantu masyarakat," katanya.

Menurutnya, masyarakat yang tinggal di kawasan itu merupakan multi etnis sehingga aksesoris yang ada di TPS juga beragam, namun tetap satu dalam bingkai NKRI.

"Kita multi etnis ada China, Melayu, Jawa ada orang dari Timur, Batak dan kita semua satu di TPS 5 menentukan pilihan kita beragam tapi tetap satu Indonesia," katanya.

Kace Timur memiliki tradisi memiliki lebaran ruahan yang dilaksanakan pada Bulan Sya'ban.

"Ini seperti biasa konsep acara lebaran ruah. Kita mengajak masyarakat memilih dengan memperkuat tradisi," katanya.

Rupanya, trik ini berhasil menarik minat masyarakat untuk datang ke TPS. Hingga pukul 11.30 lalu sudah lebih dari 60 persen DPT yang menggunakan hak suaranya. Diketahui di TPS ini terdata di TPS 224 dengan rincian 109 laki-laki dan perempuan 115 orang.

"Tahun lalu partisipasi kita tidak sampai 40 persen, kita berpikir untuk pemilu ini bagaimana bisa menarik orang. Alhamdullilah sampai sekarang sudah 60 persen yang datang nyoblos, ini sangat drastis peningkatannya, meskipun enggak 100 persen," katanya. (Bangkapos.com/Krisyanidayati)

Penulis: krisyanidayati
Editor: nurhayati
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved