Pilpres 2019

UPDATE Terbaru Real Count KPU Pukul 15.45 WIB, Ini Kata BAWASLU Soal Klaim Kemenangan

UPDATE Terbaru Real Count KPU Pukul 15.45 WIB, Ini Kata BAWASLU Soal Klaim Kemenangan

UPDATE Terbaru Real Count KPU Pukul 15.45 WIB, Ini Kata BAWASLU Soal Klaim Kemenangan
KPU RI
Update Real Count KPU RI Pukul 15.45 

BANGKAPOS.COM -- Para elit politik diminta tidak saling klaim kemenangan. Saling klaim kemenangan dituding dapat meningkatkan ketegangan dan provokasi antar pendukung.

Anggota Bawaslu, Ratna Dewi Pettalolo meminta para elit politik untuk membuat pernyataan menyejukkan selama tahapan Pemilu yang masih berjalan.

Menurutnya, upaya ini penting sebagai pengingat agar massa pendukung calon terutama pendukung pasangan calon presiden dan wakil presiden Pemilu 2019 tidak terprovokasi upaya memecah belah persatuan. Baginya, situasi kondusif diperlukan sehingga seluruh proses Pemilu hingga selesai dapat berjalan lancar.

Melansir artikel Bawaslu.go.id, mantan Ketua Bawaslu Provinsi Sulawesi Tengah itu mengimbau supaya para peserta Pemilu tidak saling klaim kemenangan yang justru membuat ketegangan dan memprovokasi antar pendukung. 

"Kita harapkan para calon sebagai peserta ikut menjaga kondusifitas Pemilu," kata Ratna Dewi Pettalolo, di Palu, Sulawesi Tengah, Rabu (17/4/2019).

Ia menambahkan, masyarakat tidak perlu resah dengan hasil penghitungan yang muncul di media pasca Pemilu 2019 selesai. Sebab, dasar untuk menentukan kemenangan adalah hasil resmi rekapitulasi yang dilakukan KPU.

"Percayakan saja hasil hitung Pemilu kepada penyelenggara Pemilu," tegasnya.

Lebih jauh Ratna menyampaikan, sebagai satu-satunya perempuan dalam jajaran Komisioner Bawaslu, ia tidak gentar soal ada indikasi gerakan people power jika dianggap hasil Pemilu 2019 merupakan hasil kecurangan. Sebab baginya, dalam UU Nomor 7 Tahun 2017 Tentang Pemilu ada aturan teruntuk pihak-pihak yang tidak puas dengn hasil Pemilu akibat dugaan kecurangan bisa menempuh jalur yang konstitusional yang tersedia bagi peserta Pemilu.

"Langkah itu lebih baik konstitusional dibanding klaim kemenangan yang berpotensi memicu konflik horizontal," imbuhnya.

Bawaslu, lanjutnya, sebagai penyelenggara akan tetap profesional untuk mengawasi proses Pemilu. “Intinya, semua tahapan proses Pemilu dijalankan secara profesional oleh penyelenggara Pemilu termasuk Bawaslu,” tukasnya.

Halaman
123
Penulis: Teddy M (tea)
Editor: teddymalaka
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved