Fakta Tinta Ungu Pemilu, Dipelopori India dan Mengandung Senyawa Perak Nitrat

Setelah pesta demokrasi berlangsung, media sosial dipenuhi dengan warganet yang memamerkan jari dicelup tinta ungu.

Fakta Tinta Ungu Pemilu, Dipelopori India dan Mengandung Senyawa Perak Nitrat
KOMPAS.com/ERLANGGA DJUMENA
tinta pemilu 2019 

BANGKAPOS.COM — Setelah pesta demokrasi berlangsung, media sosial dipenuhi dengan warganet yang memamerkan jari dicelup tinta ungu.

Seperti kita tahu, tinta ungu adalah alternatif untuk menghindari pemilih melakukan pencoblosan dua kali.

Sebenarnya dari mana asal usul celup tinta setelah pemilu dan negara mana saja yang melakukan metode ini?

Dirangkum dari sejumlah sumber, celup jari ke tinta ungu dipelopori oleh India pada 1962 setelah pada pemilu demokratis pertama pernah kecolongan dan mengalami masalah serius terkait pencurian identitas.

Saat itu India menggunakan tinta khusus pemilu dari perusahaan Mysore Paints and Varnishes Ltd.

Melansir Tribun News, perusahan ini juga mengimpor tinta ke beberapa negara, seperti Malaysia, Turki, hingga Britania Raya (United Kingdom).

Setelah India menerapkan metode celup tinta ungu, negara lain, seperti Malaysia, Turki, Mesir, Filipina, Afganistan, dan Indonesia, menerapkan cara ini.

Indonesia pertama kali melakukan metode celup tinta pada 1995 ketika sudah memasuki Orde Baru dan mulai memilih secara demokrasi dan menunjukkan pemilu benar-benar bersih.

Bahan pembuatan tinta pemilu

Menurut Kementerian Perindustrian (Kemenper), tinta sidik jari pemilu memiliki beberapa spesifikasi khusus, seperti memiliki daya lekat kuat pada kuku atau lapisan kulit air, tidak mudah terhapus air, air sabun, ataupun cairan mengandung klorin.

Halaman
12
Editor: Herru W
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved