Berita Belitung

Harga Turun dan Biaya Operasional Tinggi, Petani Karet di Belitung Beralih dan Membiarkan Lahannya

Lahan tempat mereka menanam karet sebagian sudah tidak difungsikan lagi dan sebagian dialihkan kepada komoditi lain.

Harga Turun dan Biaya Operasional Tinggi, Petani Karet di Belitung Beralih dan Membiarkan Lahannya
Dokumen Bangka Pos
Getah karet yang yang masih di cepek (mangkuk karet) di kebun karet petani di Desa Pangkal Niur Kecamatan Riausilip 

BANGKAPOS.COM - Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Belitung melihat petani karet sudah banyak yang beralih. Lahan tempat mereka menanam karet sebagian sudah tidak difungsikan lagi dan sebagian dialihkan kepada komoditi lain.

Beralihnya petani karet tersebut karena harga karet semakin menurun dan sudah ada persaingan harga dari komoditi lain seperti perkebunan lada. Sekarang harga karet hanya Rp 8.000,- per kilogram (Kg) dari harga sebelumnya mencapai Rp 11.000,- per Kg.

"Jadi sudah tidak lagi jadi komoditi utama untuk karet ini, makanya petani karet sekarang sudah banyak yang beralih ke ekonomi lain. Ada yang sudah membiarkan perkebunan mereka, sudah tidak rawat lagi," ungkap Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Belitung Destika Effenly kepada posbelitung.co, Sabtu (20/4/2019).

Dikatakan Destika, harga karet sekarang ini memang sudah tidak sebanding dengan biaya operasional yang dikeluarkan oleh petani. Apalagi untuk memantang karet, dari hasil keuntungan yang dijual harus dibagi dua dengan pemantang pohon karet itu.

"Tapi ada juga yang 40 - 60 sistem pembagiannya. Dilihat dari situ saja, operasional yang petani keluarkan sudah berapa. Makanya petani karet sekarang sudah banyak yang membiarkan lahan mereka, karena inputnya lebih besar," ucapnya.

Untuk mengurangi biaya operasional, kini petani karet banyak memantang pohon karet mereka sendiri. Perkebunan karet di Belitung, banyak di dominasi di Kecamatan Membalong dan Selat Nasik.

"Kalau untuk hasil panen semua dibawa ke Bangka, karena pabriknya disana dan sangat jarang di daerah lain. Nah justru yang menguntungkan itu di Selat Nasik, mereka membawa hasil panen lewat Sadai dan itu lebih dekat transportasi nya," bebernya.

(Pos Belitung/Disa Aryandi)

Penulis: Disa Aryandi
Editor: Ardhina Trisila Sakti
Sumber: Pos Belitung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved