Berita Sungailiat

Kadisnakerperindag Tegaskan Pedagang di Pasar Inpres Sudah Diverifikasi dan Cabut Lot

Kepala Dinas Tenaga Kerja Perindustrian dan Perdagangan Bangka, Thony Marza, menjelaskan pembagian lapak sudah berdasarkan verifikasi dan cabut lot

Kadisnakerperindag Tegaskan Pedagang di Pasar Inpres Sudah Diverifikasi dan Cabut Lot
Bangkapos.com/Riki Pratama
Dinas Tenaga Kerja Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Bangka, Thony Marza. 

BANGKAPOS.COM-- Terkait persoalan pasar Inpres Sungailiat, Kepala Dinas Tenaga Kerja Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Bangka, Thony Marza, menjelaskan pembagian lapak sudah berdasarkan verifikasi dan cabut lot yang dilakukan oleh pengelola pasar bersama pedagang.

"Sudah kita cabut lot, cuma penandatangan kontrak menunggu dalam waktu sebulan, nama di situ harus berjualan, nama yang berjualan, nama yang di dalam kontrak, artinya bila tidak berjualan dalam waktu yang sudah ditentukan akan mencari pedagang lain, yang sekarang ini nominatif sementara," jelasThony kepada bangkapos.com, di UPT Pasar Sungailiat, pada Selasa (23/4/2019).

Thony mengatakan, pedagang yang mendapatkan ruko akan dilakukan pemantauan, apakah dalam waktu kedepan akan terus berjualan.

"Kita aka tunggu kalau dia berjualan disitu, tujuan kita membantu pedagang, nah ini, ternyata dalam waktu yang ditentukan pedagang tidak menempati atau di oper ke orang lain itu, akan kita putuskan dan ganti orang lain," ungkapnya

Ia menegaskan, bahwa pedagang yang bisa menempati ruko, merupakan hasil dari verifikasi yang dilakukan oleh Kelurahan bersama pedagang pasar Inpres.

"Sebetulnya yang tim verifikasi sudah bekerja, tim sudah verifikasi melibatkan para pedagang sendiri maupun pihak kelurahan, kami rasa itu lebih tahu, selama ini pedagang itu tanpa kontrak statusnya tanpa kontrak nek muncul-muncul endak sudah, kita ada sosialisasi itu di kantor lurah di data," kata Thony.

Untuk kedepan, ia mengharapkan pedagang yang tidak mendapatkan ruko maupun lapak untuk bersabar, karena akan ada pembangunan lain nantinya.

"Begini secara pembangunan mungkin bisa berkembang dan kami mengharapkan seperti itu mari kita sabar dalam waktu kedepan ada perkembangan lain, akan kita catat, segala sesuatu tapi artinya segala sesuatu kami memakai data yang telah di verifikasi, bukan jualan dua tiga bulan, kita masukkan tetap tidak cukup, tetap akan ribut, Itulah data sudah di verifikasi yang lain lain sudah saya sampaikan tadi," jelas Thony.

Sementara terkait aliran listrik yang belum tersambung, ia menegaskan dalam waktu dekan pihaknya akan berkoordinasi dengan pihak PLN.

"Kalau listrik kita akan koordinasi dengan PLN, karena dari pembanguanya, listrik tidak masuk dalam anggaran,"ungkapnya.  (Bangkapos.com/Riki Pratama).

Penulis: Riki Pratama
Editor: nurhayati
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved