Berita Pangkalpinang

KPAD Soroti Kasus Kekerasan Terhadap Anak di Bangka Belitung

Solusi yang dimiliki oleh KPAD Bangka Belitung saat ini adalah seperti memberikan efek jera terhadap pelaku kekerasan anak

KPAD Soroti Kasus Kekerasan Terhadap Anak di Bangka Belitung
Bangka Pos/Muhammad Rizki
Suasana diskusi publik dalam rangka refleksi tiga tahun KPAD Bangka Belitung. 

BANGKAPOS.COM  - Komisi Perlindungan Anak Daerah (KPAD) Bangka Belitung Selasa (23/04/2019) mengadakan kegiatan diskusi publik dalam rangka refleksi tiga tahun KPAD Bangka Belitung, dan pemberian penghargaan peduli perlindungan anak kepada Gubernur Bangka Belitung, Erzaldi Rosman yang pada kesempatan kali itu diwakili oleh Wakilnya Abdul Fatah.

Ketua KPAD Bangka Belitung Sapta Qodria Muafi mengatakan jika kegiatan yang juga dihadiri oleh ketua dari Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) pusat ini berbeda, dikarenakan pada kegiatan ini dilakukan dengan cara diskusi langsung antara peserta yang hadir dengan pemateri.

Sebelum kegiatan diskusi dimulai, KPAD terlebih dahulu memberikan penghargaan bagi beberapa instansi yang dianggap terlibat langsung, dan memberikan suport yang luar biasa selama tiga tahun ini kepada KPAD, dan Gubernur Bangka Belitung Erzaldi Rosman adalah satu diantara penerima penghargaan tersebut.

"Yang paling kami apresiasi bapak Gubernur Bangka Belitung, yang sudah sangat perduli dengan perlindungan anak selama tiga tahun kebelakang." ujar Sapta, Selasa (23/4) dilokasi acara.

Dalam diskusi ini juga turut dibahas tentang kasus kekerasan terhadap anak, baik dari kasus kekerasan seksual, anak berhadapan dengan hukum, kekerasan fisik, kekerasan psikis, hak asuh, dan penelantaran anak.

Dari data yang diterima oleh bangkapos.com, kasus kekerasan anak di Provinsi Bangka Belitung cenderung fluktuaktif pada 2016 ditemukan sebanyak 17 kasus kekerasan anak, kemudian meningkat menjadi 48 kasus di pada 2017, kembali menurun pada 2018 sebanyak 31 kasus, dan ditahun 2019 sampai dengan akhir April sudah ada 12 kasus kekerasan anak.

Sapta mengatakan jika di diskusi ini akan kembali dicari akar permasalahan dan solusi dari kasus kekerasan anak di Bangka Belitung. Dikarenakan semua lapisan masyarakat harus berperan aktif terhadap perlindungan anak.

Solusi yang dimiliki oleh KPAD Bangka Belitung saat ini adalah seperti memberikan efek jera terhadap pelaku kekerasan anak dengan melaporkan ke pihak berwajib, dan untuk anak yang menjadi korban KPAD juga bekerjasama dengan lembaga bantuan hukum, psikolog, mediator, dan lembaga mediasi. Sebagai upaya KPAD untuk menangani pemulihan trauma bagi korban.

KPAD pun mengimbau kepada masyarakat apabila menemukan tindak kekerasan terhadap anak, untuk tidak ragu melaporkan ke kantor KPAD untuk melakukan pengaduan dan menceritakan tentang kronologis kejadian.

(Bangka Pos/Muhammad Rizki)

Penulis: Maggang (mg)
Editor: Ardhina Trisila Sakti
Sumber: bangkapos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved