Berita Sungailiat

Pedagang Pasar Inpres Sungailiat Kecewa Tak Kebagian Ruko

Keberadaan Pasar Inpres Sungailiat, yang berada di Kelurahan Srimenanti, Kecamatan Sungailiat, , banyak mendapat keluhan pedagang.

Pedagang Pasar Inpres Sungailiat Kecewa Tak Kebagian Ruko
Bangkapos.com/Riki Pratama
Pedagang Jamu, Sri Lestari keluhkan tidak mendapatkan ruko di Pasar Inpres 

BANGKAPOS.COM-- Keberadaan Pasar Inpres Sungailiat, yang berada di Kelurahan Srimenanti, Kecamatan Sungailiat, Kabupaten Bangka, banyak mendapat keluhan pedagang.

Para pedagang ini kecewa terkait tidak kebagian ruko, pasar Inpres yang baru saja selesai pembangunannya oleh Pemerintah Kabupaten Bangka.

Padahal mereka pedagang yang telah bertahun-tahun berjualan di Pasar Inpres, namun tidak mendapatkan ruko untuk tempat mereka mencari rejeki.

"Saya sudah berjualan jamu sejak 2012, katanya diutamakan pedagang lama, tetapi saya tidak mendapatkan ruko untuk berjualan, kenapa orang lain dapat sementara saya sendiri tidak, saya tanya alasanya tidak tahu kenapa," keluh Sri Lestari pedagang jamu, kepada wartawan, Selasa (23/4/2019) di Pasar Inpres.

Untuk memperjuangkan itu, Sri telah datang ke dinas terkait namun tidak mendapatkan kejelasan, mengapa dirinya tidak mendapatkan ruko di Pasar Inpres.

"Alasannya tidak tahu, padahal sebelumnya kami telah mengumpulkan KK dan KTP, tetapi dalam daftar tidak ada nama saya disitu, tidak tahu kenapa, jadi pasrah saja," ungkap  janda beranak dua ini.

Keluhan yang sama juga disampaikan Atin, pedagang lainya, yang juga mengaku tidak mendapatkan tempat di Pasar Inpres, saat ini, Atin berjualan dipinggiran ruko yang baru dibangun dengan tenda seadanya.

"Saya protes tidak banyak, cuma sedikit katanya didahului pedagang yang lama, memang saya menumpang lahan disitu, tidak menempati ruko, tetapi kenapa orang baru dapat, sementara kami tidak, padahal kami sudah lama berjualan," keluhnya.

Ia mengatakan, dirinya memang tidak memiliki hak untuk menuntut, tetapi mengharapkan pengelola pasar bisa memperhatikan pedagang yang tidak memiliki ruko untuk berdagang.

"Memang kita tidak punya hak menuntutnya, tetapi kami pedagang yang lama ini minta diperhatikan, kenapa tidak dapat," ujar Atin.

Dimana pembangunan Pasar Inpres Sungailiat, sebelumnya dilakukan pembongkaran, dan dilakukan pembangunan dimulai Juni 2018 lalu dan selesai pada akhir 2018.

Pembangunan Pasar Inpres dibangun dengan anggaran yang tidak sedikit, sebesar Rp 3 Milyar, dengan pembangunan 24 los petak pasar, 5 kios, 15 unit ruko dan dua bangunan WC dengan areal 300 meter persegi.

Penulis: Riki Pratama
Editor: nurhayati
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved