Gara-gara Sebut Knalpot Brong Tidak Standar, Polda Jateng Diprotes Pengrajin Knalpot

Ketika masa sosialisasi kampanye pilpres dan pileg lalu, Polda Jawa Tengah merilis video.Dari video yang dirilis itu massa kampanye ditilang karena

Gara-gara Sebut Knalpot Brong Tidak Standar, Polda Jateng Diprotes Pengrajin Knalpot
Video Polda Jateng
Video Polda Jateng Diprotes Karena Menyebut Knalpot Tidak Standar 

BANGKAPOS.COM - Ketika masa sosialisasi kampanye pilpres dan pileg lalu, Polda Jawa Tengah merilis video.

Dari video yang dirilis itu massa kampanye ditilang karena tidak menggunakan helm dan knalpot tidak standar.

"Kata knalpot tidak standar itu yang membuat para pengrajin knalpot asal Purbalingga keberatan," jelas Edi Nurmanto alias Abenk, salah satu pengrajin pipa gas buang asal Purbalingga.

Para pengrajin yang tergabung dalam wadah APIK BANGGA itu lantas protes di sosial media Twitter.

Lewat akun Twitter APIK BANGGA mereka menulis:

Kami meyakini bahwa pihak @poldajateng tidak bermaksud buruk terhadap kami, tapi mohon diperbaiki penggunaan kata knalpot tidak standar, pemilihan kata tersebut menjadi ambigu, "knalpot standar" yang @poldajateng maksud itu apa..?

Cuitan APIK BANGGA dilanjut:

@poldajateng.. @Divhumas_polri.... standar baku nasional Indonesia (SNI) atau standar baku desible? atau malah standar emisi gas buangan? apabila penilaian @poldajateng.. yang dimaksud adalah standar knalpot dari sisi bentuk yang tidak standar pabrikan, maka bapak bisa jadi telah menyalahi hak kekayaan seni yang kami ciptakan..

Akhirnya cuitan para pengrajin itu dibalas oleh Polda Jateng.

Terima kasih rekan @apikbangga, mohon maaf baru bisa berinteraksi. Kami sampaikan bahwa tidak ada niatan kami untuk merugikan pihak manapun terkait video tsb. Video ini didasari maraknya penggunaan knalpot brong saat kampanye terbuka, yang dikomplain oleh masyarakat.

Menurut Abenk, akhirnya video yang dibuat oleh Polda Jateng direvisi, tidak lagi menyebut knalpot tidak standar.

Halaman
12
Editor: zulkodri
Sumber: Motor Plus
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved