Berita Bangka Selatan

Kesadaran Membayar Zakat Profesi Masih Minim, Terutama di Kalangan Guru

Kesadaran umat muslim membayar zakat profesi di Kabupaten Bangka Selatan, masih sangat minim.

Kesadaran Membayar Zakat Profesi Masih Minim, Terutama di Kalangan Guru
Bangka Pos / Agus Nuryadhyn
Ilustrasi pembayaran zakat 

BANGKAPOS.COM-- Kepala Baznas Basel H Djunaidi Rasyid menilai kesadaran umat muslim membayar zakat profesi di Kabupaten Bangka Selatan, masih sangat minim. Kendati telah menjadi kewajiban, namun realisasi zakat profesi tersebut masih sangat sulit.

Padahal, jumlah zakat profesi yang harus dibayarkan tergolong kecil, kurang lebih sekitar Rp 90.000 perbulan dari penghasilan mereka.

Profesi yang masih minim kesadarannya membayar zakat profesi diantaranya di kalangan Aparatur Sipil Negara (ASN), guru, kepolisian hingga anggota DPRD. Namun, yang paling banyak yang berprofesi sebagai guru.

"Paling banyak zakat profesi yang tidak dibayar. Mulai dari ASN, guru, kepolisian sampai anggota DPRD. Padahal sudah ada perbupnya. Kalau dibagi dua setengah persen dari gaji mereka jadi besarannya sekitar sembilan puluh ribu perbulan,"  ungkap Djunaidi Rasyid kepada bangkapos.com, Rabu (15/5/2019).

Minimnya kesadaran tersebut, berimbas pada kecilnya capaian dan realisasi zakat tahun ini. Menurut H Djunaidi, tahun sebelumnya realisasi zakat mencapai Rp 4 miliyar lebih,  tetapi tahun ini hanya Rp 1 miliyar lebih.

"Imbasnya ke target realisasi zakat yang sangat kecil. Biasanya, tahun lalu mencapai empat miliyar, kalau sekarang hanya satu miliyar," ungkap Djunaidi. (Bangkapos.com/Anthoni)

Penulis: Antoni Ramli
Editor: nurhayati
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved