Lompong Sagu, Kudapan Khas Minangkabau yang Diburu Saat Ramadan

Mencoba Lompong Sagu, Kudapan Khas Minangkabau yang Diburu Saat Ramadan

Lompong Sagu, Kudapan Khas Minangkabau yang Diburu Saat Ramadan
Instagram/cindytirtatandi
Lompong Sagu 

BANGKAPOS.COM - Bila berkunjung ke Sumatera Barat, jangan lupa mencicipi Lompong Sagu.

Makanan tradisional khas Minangkabau ini merupakan penganan yang cukup banyak diburu saat Ramadhan. 

Di luar Ramadhan orang yang menjual kue satu ini agak terbatas. 

Lompong Sagu memiliki tekstur kenyal.

Rasanya manis karena ada gula aren di dalamnya.

Lompong Sagu memiliki warna kecoklatan.

Lompong Sagu Kue Tradisional Khas Ranah Minang yang Mulai Langka tapi Diburu Pecinta Kuliner
Lompong Sagu Kue Tradisional Khas Ranah Minang yang Mulai Langka tapi Diburu Pecinta Kuliner (TribunPadang.com/Nadia Nazar)

Bahannya, terbuat dari tepung sagu yang diaduk bersama pisang batu (kepok) yang telah ditumbuk.

Kemudian dicampur santan, kelapa.

Saat dibungkus menggunakan daun pisang, disisipkan gula aren di tengahnya.

Agar bahan tersebut matang, perlu dipanggang.

Kue tradisional ini dipanggang di atas bara api selama 30 menit.

"Setelah semua bahan dicampur, selanjutnya dibalut dengan daun pisang. Kemudian, lompong sagu diletakkan di atas bara api untuk dipanggang. Pemanggangan di atas bara api ini memakan waktu mencapai 30 menit hingga balutan daun pisang menjadi kering dan bahkan hangus kehitaman," katanya.

Halaman
12
Editor: Iwan Satriawan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved