Ramadan

Tak Banyak yang Tahu Waktu Sahur Paling Utama Menurut Sunnah Rasul dan Kebiasaan Sahabat Nabi

Tak Banyak yang Tahu Waktu Sahur Paling Utama Menurut Sunnah Rasul dan Kebiasaan Sahabat Nabi

Tak Banyak yang Tahu Waktu Sahur Paling Utama Menurut Sunnah Rasul dan Kebiasaan Sahabat Nabi
http://jadiberita.com
Tak Banyak yang Tahu Waktu Sahur Paling Utama Menurut Sunnah Rasul dan Kebiasaan Sahabat Nabi 

Tak Banyak yang Tahu Waktu Sahur Paling Utama Menurut Sunnah Rasul dan Kebiasaan Sahabat Nabi

BANGKAPOS.COM -Sudah sepekan lebih umat Muslim menjalankan ibadah puasa di Ramadan 1440 Hijriah.

Sebeum berpuasa, umat Muslim diberitahu tentang anjuran makan sahur dan keutamaan sahur agar melaksanakannya.

Sahur adalah waktu menjelang subuh atau menjelang matahari terbit dan berbuka puasa adalah waktu menjelang magrib atau terbenamnya matahari.

Pun Rasulullah SAW menganjurkan mereka yang akan berpuasa pada siang hari untuk menyantap hidangan di waktu makan sahur.

Dilansir Tribunjatim.com dari www.nu.or.id, makan sahur sangat disunahkan bagi orang yang berpuasa. Dalam sebuah hadits dikatakan,

“Sahurlah karena di sana terdapat keberkahan”. Makan sahur merupakan keringanan (rukhsah) bagi orang yang ingin mengerjakan puasa.

Menahan haus dan lapar seharian penuh tentu sangat memberatkan. Karenanya, Allah SWT mensyariatkan makan sahur dan buka puasa agar ibadahnya tidak terlalu berat.

Allah SWT sangat suka terhadap orang yang mengerjakan sesuatu yang sudah diringankan-Nya.

Mungkin sebagian dari umat Muslim masih belum tahu kapan waktu makan sahur paling utama di bulan puasa Ramadan?

Nabi Muhammad SAW sangat menganjurkan kepada umatnya untuk mengakhirkan sahur. Anjuran Nabi ini terdapat dalam banyak hadits. Misalnya hadits riwayat Ahmad, “Umatku berada dalam kebaikan selama menyegerakan berbuka dan mengakhirkan sahur”.

Menurut Abu Bakar Al-Kalabazi, maksud dari mengakhirkan sahur tersebut ialah makan sahur di sepertiga terakhir malam. Dalam kitabnya Bahrul Fawaid disebutkan:

وسئل النبي صلى الله عليه وسلم: أي الليل أسمع؟ قال: الثلث الأخير من الليل. وقد قال صلى الله عليه وسلم: من الفطرة تأخير السحور، أراد إن شاء الله أن يقع في الثلث الأخير من اليل ليكون فيه دعوة واستغفار فيجاب، وسؤال حاجة فتقضى

Artinya, “Nabi SAW pernah ditanya, ‘Malam apa yang paling didengar (do’a)?’  ‘Sepertiga terakhir malam,’ tegas Nabi SAW. Dalam hadits lain, Nabi SAW berkata, ‘Mengakhirkan sahur ialah bagian dari fitrah.’ Kemungkinan yang dimaksud mengakakhirkan sahur di sini ialah mengerjakannya di sepertiga terakhir malam. Karena pada waktu itu doa, ampunan, dan hajat dikabulkan Allah SWT.”

Berdasarkan keterangan ini, tampaknya tujuan dari mengakhirkan sahur itu bukan semata makan dan minum, tetapi mesti diiringi dengan ibadah lainnya, seperti shalat, dzikir, dan berdo’a.

Sebab itulah waktu terbaik untuk beribadah, terutama berdo’a.

Dilihat dari kebiasaan Nabi Muhammad SAW sendiri, Beliau sangat terbiasa bangun tengah malam dan shalat malam.

Sangat dimungkinkan jika Nabi  SAW beribadah terlebih dahulu, baru makan sahur menjelang waktu subuh.

Berdasarkan kesaksian Hudzaifah, ia pernah makan sahur bersama Nabi Muhammad SAW saat menjelang subuh, (HR Ibnu Majah). Kesaksian Hudzaifah ini diperkuat oleh pengakuan Zaid bin Tsabit.

Zaid pernah sahur bersama Nabi Muhammad SAW kemudian setelah itu shalat berjamaah.

Ketika ditanya, berapa lama jarak antara selesai makan dan shalat, Zaid menjawab, “Kisaran membaca lima puluh ayat,” (HR Ibnu Majah).

Dengan memperhatikan berbagai pendapat  dan riwayat ini, dapat disimpulkan bahwa waktu paling baik makan sahur ialah di sepertiga terakhir malam, terutama menjelang waktu subuh.

Usahakan jarak antara makan dan waktu subuh tidak terlalu dekat, supaya makannya tidak terburu-buru da nada kesempatan untuk menyikat gigi.(*)

Artikel ini telah tayang di Tribunjatim.com dengan judul Ternyata Ini Waktu Sahur Paling Utama Menurut Sunnah Rasul dan Kebiasaan Para Sahabat Nabi, http://jatim.tribunnews.com/2019/05/14/ternyata-ini-waktu-sahur-paling-utama-menurut-sunnah-rasul-dan-kebiasaan-para-sahabat-nabi.
Penulis: Elma Gloria Stevani
Editor: Melia Luthfi Husnika

Editor: zulkodri
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved