Kanal

Inilah Kisah Mengharukan Perjuangan Anak Tukang Sapu Menjadi Polwan

BANGKAPOS.COM, JAKARTA - Siapa bilang menjadi seorang polisi harus bayar?
Setidaknya pertanyaan itu akan terjawab dengan melihat kisah perjuangan, Septiani Dewanti, Taruni Akademi Polisi Tahun Anggaran 2014.

Sebab, dara manis tersebut memilih karier sebagai polisi wanita (polwan) justru untuk memperbaiki kehidupan keluarganya.

Septi merupakan anak dari ayah tukang sapu yang biasa beroperasi di wilayah Jakarta Selatan dan ibu penjual sayur keliling. Memang tidak mudah bagi dia untuk mewujudkan mimpi, usaha tidak kenal menyerah dan dukungan dari kedua orang tua membuatnya berhasil lolos setelah tiga kali penerimaan sebelumnya gagal.

Cerita mengenai motivasi dia sebagai seorang polwan menjadi salah satu contoh dari cara yang dilakukan Bagian Penyedia Personel Biro Sumber Daya Manusia Polda Metro Jaya guna menjaring para calon polisi. Diharapkan melihat kisah Septi, anak-anak di Indonesia mau menjalankan tugas mulia sebagai polisi.

Video: Polwan cantik (anak tukang sapu jadi taruni AKPOL)

“Kami mengangkat kisah polwan cantik anak tukang sapu jadi taruni akpol. Ilustrasi kisah nyata Septiani Dewanti. Dia bercita-cita ingin menjadi polwan. Ayah tukang sapu dan ibu penjual sayur keliling. Dia beralasan menjadi polwan karena ingin memperbaiki kehidupan keluarga. Kami angkat kisah itu,” tutur salah satu petugas di Bagian Penyedia Personel biro Sumber Daya Manusia Polda Metro Jaya yang tak mau disebut namanya, Jumat (20/2/2015).

Kisah Septiani Dewanti dipublikasikan ke publik melalui youtube dan kaskus. Di dalam video youtube berjudul polwan cantik (anak tukang sapu jadi taruni AKPOL) berdurasi 8.22 menit digambarkan bagaimana Septi harus berjuang keras untuk menggapai mimpi. Video itu dipublikasikan pada 2 Februari 2015, sampai saat ini sudah ada 9.536 orang yang melihat.

Sementara di kaskus, petugas itu mengatakan dibuat tulisan singkat mengenai kisah Septi. Termasuk juga dimasukkan foto diri wanita tersebut dan tautan dari youtube.

JAKARTA - Siapa bilang menjadi seorang polisi harus bayar?
Setidaknya pertanyaan itu akan terjawab dengan melihat kisah perjuangan, Septiani Dewanti, Taruni Akademi Polisi Tahun Anggaran 2014.

Sebab, dara manis tersebut memilih karier sebagai polisi wanita (polwan) justru untuk memperbaiki kehidupan keluarganya.

Septi merupakan anak dari ayah tukang sapu yang biasa beroperasi di wilayah Jakarta Selatan dan ibu penjual sayur keliling. Memang tidak mudah bagi dia untuk mewujudkan mimpi, usaha tidak kenal menyerah dan dukungan dari kedua orang tua membuatnya berhasil lolos setelah tiga kali penerimaan sebelumnya gagal.

Cerita mengenai motivasi dia sebagai seorang polwan menjadi salah satu contoh dari cara yang dilakukan Bagian Penyedia Personel Biro Sumber Daya Manusia Polda Metro Jaya guna menjaring para calon polisi. Diharapkan melihat kisah Septi, anak-anak di Indonesia mau menjalankan tugas mulia sebagai polisi.

“Kami mengangkat kisah polwan cantik anak tukang sapu jadi taruni akpol. Ilustrasi kisah nyata Septiani Dewanti. Dia bercita-cita ingin menjadi polwan. Ayah tukang sapu dan ibu penjual sayur keliling. Dia beralasan menjadi polwan karena ingin memperbaiki kehidupan keluarga. Kami angkat kisah itu,” tutur salah satu petugas di Bagian Penyedia Personel biro Sumber Daya Manusia Polda Metro Jaya yang tak mau disebut namanya, Jumat (20/2/2015).

Kisah Septiani Dewanti dipublikasikan ke publik melalui youtube dan kaskus. Di dalam video youtube berjudul polwan cantik (anak tukang sapu jadi taruni AKPOL) berdurasi 8.22 menit digambarkan bagaimana Septi harus berjuang keras untuk menggapai mimpi. Video itu dipublikasikan pada 2 Februari 2015, sampai saat ini sudah ada 9.536 orang yang melihat.

Sementara di kaskus, petugas itu mengatakan dibuat tulisan singkat mengenai kisah Septi. Termasuk juga dimasukkan foto diri wanita tersebut dan tautan dari youtube.

Editor: Hendra
Sumber: Tribunnews

Petinju 13 Tahun yang Bertanding demi Ekonomi Keluarga Meninggal Seusai Pertandingan, Videonya Viral

Berita Populer