Kanal

Meski Berstatus Hutan Lindung, Harga Tanah di Pantai Tikus Selangit

Ilustrasi: Perairan Pantai Tikus - BANGKAPOS.COM/DEDDY MARJAYA

SUNGAILIAT, BANGKA POS - Walau berstatus hutan lindung (HL), namun harga tanah di kawasan Pantai Tikus Sungailiat, tetap tinggi.

Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Bangka, Arjaya mengakui status lahan di kawasan ini adalah kawasan hutan terlarang.

Status kawasan itu ditetapkan oleh Menteri Kehutanan RI.

Makanya, kata Arjaya, tak selembar sertifikat pun yang dikeluarkan BPN Bangka pada kawasan tersebut.

"Dak bisa itu (tidak bisa dibuatkan sertifikat hak miliknya). Tapi kalaupun harus dibuatkan sertikat, harus ada persetujuan Menteri Kehutanan di Jakarta sana. Karena Undang-undang menyatakan tidak ada yang tidak bisa disertifikatkan, asal ada ketentuan, yaitu harus ada izin dari Menteri Kehutanan RI," kata Arjaya pekan lalu.

Lalu apakah sejumlah tanah-tanah dan bangunan yang dikuasai para pengusaha di kawasan Pantai Tikus Sungailiat ini ada sertifikat?

Arjaya memastikan, pihaknya tak pernah mengeluarkan dasar hukum yang dimaksud.

"Tidak ada (tidak ada sertiikat -red). Dan tidak akan berani dia (pemilik tanah) mengajukan permohan sertifikat. Sampai sekarang tanah di situ (sekitar Pantai Tikus) tidak ada yang punya sertifikat, karena itu kawasan hutan (HL) dan sampai sekarang belum diizinkan oleh Menteri Kehutaran," tegas Arjaya.

Tapi kenapa tanah di sekitar Pantai Tikus banyak diperjualbelikan?

Arjaya sempat tersenyum seraya menyebut, segala risiko ada pada penjual dan pembeli.

Halaman
123
Editor: Dody
Sumber: bangkapos

Wanita Tewas Dalam Lemari Pernah Unggah Foto Bersama Pelaku, Sempat Usir dari Kos sebelum Dibunuh

Berita Populer