Kanal

Putra Agus Pahlevi Ternyata Menderita DBD Stadium IV

Agus Pahlevi (batik bermotif corak hijau) di rumah duka, kediaman orangtuanya, Desa Kurnia Jaya, Manggar, Belitung Timur, Jumat (22/4/2016). - POSBELITUNG/DEDY Q

Laporan Wartawan Pos Belitung Dede Suhendar

BANGKAPOS.COM, BELITUNG -- Almarhum Izlal Ozora Pahlevi (8) putra sulung Agus Pahlevi, didiagnosis menderita penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) stadium IV atau yang biasa disebut Dengue Shock Syndrom (DSS).

Pernyataan tersebut dikatakan oleh dr Daniel selaku dokter yang merawatnya.

Daniel mengatakan, DBD yang menyerang pasiennya masuk kategori berat yang menyebabkan gagal nafas. Akibat hanya tersisa 1/3 paru-paru untuk bernafas, sedangkan bagian lainnya sudah terendam cairan.

"Sebenarnya dia datang tidak telat, sudah benar langkah yang diambil. Buktinya dari hari pertama sampai keempat kondisinya masih stabil," ujar Daniel.

Namun, seiiring proses penyembuhan, tepat hari ke lima, Izlal mengalami penurunan trombosit sangat drastis, dari awal masuk 125 ribu, turun 60 ribu sampai 13 ribu.

Ia mengaku sudah mengambil langkah antisipasi, dengan memberikan cairan khusus yaitu glatin. Cairan tersebut, kata Daniel secara teoritis berfungsi untuk menambal lubang pada pembuluh darah.

Menurut Daniel, DBD merupakan penyakit dengan karakteristik khusus, yaitu terjadi kebocoran pada pembuluh darah. Akibat cairan dari pembuluh darah keluar ke seluruh bagian anggota tubuh, bisa paru-paru, perut sampai kepala.

"Cuman pada DBD yang berat, lubang-lubang ini terlalu banyak, jadi sudah tidak terkontrol lagi. Makanya Izlal ini hari keempatnya bagus, tapi hari kelima langsung drop," katanya.

Setelah kondisi Izlal bertambah parah, Daniel memutuskan untuk segera membawanya menuju RSUD dr Marsidi Judono dari RS Utama. Alasannya, karena hanya RSUD yang mempunyai alat bantu pernafasan yaitu ventilator.

Namun, kata dia, sebelumnya di RS Utama, Izlal sudah masuk ruangan High Care Unit (HCU). Dimana seluruh penanganan dilakukan secara intensif, bahkan kondisinya terus dipantau selama 10 menit sekali.

"Bahkan saya sendiri standby nungguin dia," ungkapnya.

Akan tetapi, tak berselang lama, kata Daniel, jantung Izlal berhenti. Kemudian, langsung diberikan alat bantu detak jantung ditambah obat penguat jantung, namun kondisinya sudah tak tertolong.

Penulis: Dede Suhendar
Editor: edwardi
Sumber: bangkapos.com

Sebelum Tewas, Anak Korban Pembunuhan di Bekasi Tulis Surat: Mama Papa Maafin Kakak Sudah Buat Marah

Berita Populer