Kanal

Marak Pelajar Bergerombol Nongkrong di Pangkalpinang

Ilustrasi: Anggota Polsek Belinyu menggelar razia terhadap anak-anak nongkrong hingga larut malam di Jalan Singayuda Belinyu, Sabtu (31/11) beberapa waktu lalu. - IST

Laporan Wartawan Bangka Pos, Alza Munzi

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Anggota Komisi I DPRD Pangkalpinang Rio Setiady menyebutkan, tawuran pelajar yang terjadi pada pekan lalu di Stadion Depati Amir, Kota Pangkalpinang jangan dianggap angin lalu.

Apalagi sudah ada korban akibat senjata tajam. Menurutnya, peristiwa itu puncak dari kondisi yang dikhawatirkan masyarakat dan para orangtua.

"Maraknya anak muda keluar pada larut malam, bergerombol di sudut jalan. Ditambah kemajuan teknologi seperti sosial media, membuka ruang gesekan antarpelajar lebih besar, karena jiwa muda mereka relatif lebih gampang tersulut konflik," kata Rio kepada Bangkapos.com, Selasa (6/9/2016).

‎DPRD mengapresiasi aparat kepolisian yang sigap menangkap para pelaku yang terlibat dan berharap dapat dihukum sesuai perbuatannya.

Menurutnya, Pangkalpinang sebagai kota investasi harus dapat memberikan rasa aman kepada masyarakat.

"Aktivitas malam remaja atau anak muda yang berpotensi untuk terjadinya tindak kejahatan, sebaiknya diminimalisir atau dilarang saja sesuai hukum yang berlaku. Kami meminta Satpol PP untuk proaktif menegakkan perda ketertibam umum Kota Pangkalpinang. Saya kira ini harus menjadi prioritas untuk ditegakkan, sebelum memakan korban yang lebih banyak lagi," ujarnya.

Dia menyayangkan banyak pelajar nongkrong di tempat sepi hingga larut malam.‎ Rio menambahkan, tradisi tawuran bukan identitas pelajar Pangkalpinang.

"Peran dinas pendidikan, orangtua serta ketegasan aparat penegak hukum tentu sangat diperlukan agar peristiwa ini tak terulang kembali," imbuh Rio.

Penulis: Alza Munzi
Editor: fitriadi
Sumber: bangkapos.com

Pengakuan Wanita Penabrak Anggota Polisi usai Terobos Rombongan Presiden Jokowi

Berita Populer