Heboh Hantu Kuyang di Kalsel, di Pulau Bangka Ternyata Ada Juga Lo

BANGKAPOS.COM --Masyarakat Kalimantan Selatan baru-baru ini digegerkan dengan kabar munculnya kuyang, hantu atau manusia jadi-jadian yang menghisap darah terutama bayi.

Kuyang ini kabarnya muncul di Desa Awayan, Kabupaten Balangan.

Kuyang merupakan siluman berwujud kepala manusia dengan isi tubuh yang menempel tanpa kulit dan anggota badan yang dapat terbang untuk mencari darah bayi atau darah wanita yang habis melahirkan. Makhluk ini dikenal masyarakat di Kalimantan.

Baca: Buaya Mengganas di Pesisir Toboali, Pemkab Minta Bantuan Pawang Buaya Sungaiselan

Kuyang sebenarnya adalah manusia (wanita) yang menuntut ajaran ilmu hitam untuk mencapai kehidupan abadi.

Pada siang hari, seorang kuyang akan menempuh hidup sehari-hari sebagaimana orang biasa, namun biasanya ia mengenakan pakaian jubah. Pada malam hari kuyang akan terbang untuk mencari darah bayi atau darah persalinan untuk dihisap sebagai sarana menambah kekuatan ilmunya. Orang yang melihat kuyang terbang biasanya melihatnya seperti burung besar.

Baca: Kisah Menyeramkan Pak Kades Berhadapan Langsung Dengan Mahluk Jadi-jadian

Untuk menghadapinya korban perlu menggunakan sapu ijuk atau memukulkan perabot rumah tangga seperti panci atau wajan.

Mitos dan legenda tentang hantu penghisap darah ini ternyata ada di berbagai daerah di Indonesia.

Di Pulau Bangka Provinsi Kepualauan Bangka Belitung, juga dikenal hantu sejenis.

Masyarakat Pulau Bangka menyebut hantu ini dengan nama "Anton".

Kedengarannya memang seperti nama orang, tapi nama hantu ini cukup populer di Pulau Bangka hingga era tahun 80 an.

Pada era tahun 80an masih sering terdengar kabar warga yang menjumpai hantu ini bukan hanya di pelosok saja tapi juga hingga di kota Pangkalpinang.

Sama seperti Kuyang, sosok hantu Anton ini adalah sosok hantu kepala terbang dan berapi.

Biasanya warga melihatnya hinggap di pohon pada malam hari dalam bentuk seperti bola api.

Sama seperti Kuyang di Kalimantan, Sosok hantu ini merupakan sosok orang yang mengamalkan ilmu hitam.

Hantu Anton ini dipercaya terbang mencari anak-anak yang baru lahir dan menghisap darah mereka.

Tak heran dulunya di Pulau Bangka jika ada yang melahirkan selalu diletakkan gunting kecil dan yasin di sekitar bayi dan di luar kamar bayi setiap malamnya selalu dinyalakan obor.

Tak hanya di kalimantan dan Pulau Bangka, di daerah lainnya di Indonesia juga dikenal hantu jenis ini.

Berikut diantaranya:

Sumatera

Bagi orang Minang, kepercayaan pada Hantu Palasiak atau Palasik sama dengan kepercayaan Leak bagi masyarakat Bali, atau Kuyang bagi orang Kalimantan.

Hantu Palasiak ini memang sudah lama tumbuh dan berkembang di tengah-tengah masyarakat Minang, terutama yang tinggal di pelosok Desa Sumatera Barat.

Ilmu hitam Palasik merupakan warisan turun temurun masyarakat Minang yang ada sejak zaman dahulu kala.

Konon, mereka yang menganut ilmu ini biasanya akan membentuk komunitas tersendiri dalam masyarakat.

Mereka dulu sangat dikucilkan oleh warga di sekitarnya. Konon, di zaman dahulu kala mereka hanya bisa menikah dengan sesama keturunan Palasiak.

Tapi, di zaman sekarang ini, masyarakat sudah bisa menerima keberadaan mereka. Di samping itu, keberadaan mereka juga sulit untuk dikenali.

Meskipun seseorang mewarisi darah keturunan Palasik dari leluhur, namun bukan berarti secara otomatis mereka akan menjadi Hantu Palasiak.

Ada ritual yang harus dilaksanakan untuk bisa menguasai ilmu hitam yang satu ini, sehingga tidak setiap turunan Palasik menjadi Palasik seperti leluhurnya.

Sulawesi

Di tanah Sulawesi legenda Poppo dan Parakang, yaitu ramuan sihir yang dapat mengubah bentuk leak menjadi seekor harimau, kera, babi atau menjadi seperti Rangda.

Bila perlu ia juga dapat mengambil organ dari orang hidup. Demikian pula, di daerah Sulawesi Selatan ini ada yang dikenal dengan istilah manusia jadi-jadian pemakan rektum atau Poppo, yaitu manusia yang bisa terbang yang hanya disertai isi dalam perutnya saja.

Berikut ini kita akan membahas cerita hantu penghisap darah "Poppo" serta manusia jadi-jadian "Parakang" yang berasal dari Sulawesi Selatan ini.

Poppo atau dalam beberapa panggilan disebut "Peppo" dalam kepercayaan tanah bugis adalah jenis siluman perempuan yang bisa terbang. Ada sebuah cerita tentang Poppo dianggap telah terjadi di sebuah desa.

Suatu hari, Puang Imang dengan semua keluarganya meninggalkan rumahnya karena adanya pernikahan keluarga yang diadakan di tempat lain. Malam berikutnya, rumah Puang imam di datangi oleh Poppo, yang ingin mencuri.

Setelah semua diambil Poppo tidak bisa keluar dari rumah Puang Imang. Dia mengatakan, menurut pengakuan Poppo, ia melihat dirinya dikelilingi oleh air laut seperti tidak memiliki pantai.

Setelah Puang Imang kembali, ia menemukan Poppo telah berubah menjadi seorang wanita cantik dengan rambut panjang berdiri telanjang di ruang tamu rumahnya. Ternyata Imang Puang rumah, sebelum ditinggalkan, telah disappo (dipagari) dengan baca - baca (mantra) yang menyebabkan Poppo tidak bisa keluar.

Poppo kemudian diberi sepotong pakaian oleh istri Puang Imang dan membebaskannya. Tapi sebelum itu rambut panjang wanita itu dipotong hampir habis.

Poppo menurut kepercayaan orang Bugis selain dikenal sebagai pencuri juga suka menghisap darah, terutama wanita yang melahirkan. Poppo juga diyakini berada di kebun seperti jagung atau kebun di mana banyak buah-buahan. Sebuah Poppo berada di pohon yang menghasilkan buah yang kadang-kadang digunakan oleh orang-orang di musim mangga berbuah.

Tentang parakang, selain suka mengisap rektum orang sakit ada beberapa hal menarik lainnya. Jika wajah parakang sekarat kesakitan, ia akan mengulangi kata Lemba (Pindah) sampai ada seorang dari keluarganya yang mengatakan ya. Setelah itu, orang tersebut mengatakan ya, maka ia akan menjadi parakang berikutnya.

Jika Anda menemukan parakang, misalnya dengan bentuk pohon pisang, orang dianjurkan untuk memukulnya sekali atau tiga kali saja. Jika satu pukulan akan membunuhnya dan dipercaya tiga kali akan membuatnya cacat.

Poppo dan Parakang dalam kepercayaan orang Bugis adalah semacam hukuman yang dijatuhkan karena kesalahan atau pelanggaran sehubungan dengan nenek moyangnya telah belajar sihir hitam di masa lalu.

Bali

Leak yang selalu diidentikkan dengan makhluk kepala berwajah seram dan gigi bertaring serta berbalut kain kotak-kotak hitam putih ternyata bukan sekadar cerita rakyat Bali semata. Ternyata Leak merupakan ajaran sastra suci Bali yang bila diucapkan dengan daya cipta, akan mengubah seseorang menjadi apapun yang ada dalam pikirannya tersebut.

Cara Irit Pererat Pertemanan dengan Jalan-Jalan"Leak itu real. Tapi bukan hanya berbentuk seram yang selama ini dipersepsikan orang banyak, Leak itu ajaran spiritual yang bisa berubah bentuk menjadi apa saja. Jadi jangan heran kalau lihat motor jalan sendiri di Bali," ujar Budayawan Bali, I Gede Ngurah Harta ketika dihubungi merdeka.com, Jumat (31/8).

Ngurah mengatakan, siapapun bisa mempelajari aliran mistis yang mampu mengubah bentuk tersebut. Tidak ada batasan usia atau gender tertentu yang diwajibkan.

"Tidak ada persyaratan yang diharuskan untuk menjadi Leak, asal tekun dan serius mempelajari sastra suci Bali dan diucapkan dengan daya cipta yang kuat akan terwujud," kata Ngurah.

Menurut Ngurah, Leak bukan hanya ditemukan di daerah Sanur saja melainkan tersebar di hampir seluruh kawasan di Bali. Namun derasnya arus budaya luar, membuat aliran spiritual Leak itu merangsek ke pedalaman di Bali saja, seperti Sanur.

Leak bukan makhluk yang dijadikan untuk pesugihan, tapi pilihan bagi orang-orang yang pecandu sastra kuno Bali yang suci. Karena tidak menghasilkan apa-apa, aliran mistis tersebut mulai ditinggalkan.

Dalam aksara Bali tidak ada yang disebut Leak, tapi 'liya, ak' yang artinya lima aksara (memasukkan dan mengeluarkan kekuatan aksara dalam tubuh melalui tata cara tertentu).

Lima aksara tersebut adalah Si adalah mencerminkan Tuhan, Wa adalah anugerah, Ya adalah jiwa, Na adalah kekuatan yang menutupi kecerdasan dan Ma adalah egoisme yang membelenggu jiwa. Kekuatan aksara ini disebut lima api.

Manusia mempelajari kerohanian apapun, pasti akan mengeluarkan cahaya (aura) saat mencapai puncaknya. Cahaya tersebut keluar melalui lima indra tubuh yaitu telinga, mata, mulut, ubun-ubun dan kemaluan namun umumnya cahaya itu keluar melalui mata dan mulut.

Doa Leak sebagai berikut, Ong gni brahma anglebur panca maha bhuta, anglukat sarining merta. mulihakene kite ring betara guru, tumitis kita dadi manusia mahotama. ong rang sah, wrete namah.

Ada tujuh tingkatan rohani Leak :
- Leak barak (brahma). Leak ini baru bisa mengeluarkan cahaya merah api.
- Leak bulan,
- Leak pemamoran,
- Leak bunga,
- Leak sari,
- Leak cemeng rangdu,
- Leak siwa klakah, adalah Leak tertinggi karena ketujuh cakranya mengeluarkan cahaya yang sesuai dengan kehendak batinnya.

Tingkatan Leak paling tinggi menjadi bade (menara pengusung jenazah), di bawahnya menjadi garuda, dan lebih bawah lagi binatang-binatang lain, seperti monyet, anjing, ayam putih, kambing, babi betina dan lain-lain. Selain itu juga dikenal nama I Pudak Setegal (yang terkenal cantik dan bau harumnya), I Garuda Bulu Emas, I Jaka Punggul dan I Pitik Bengil (anak ayam yang dalam keadaan basah kuyup).

Perlu diketahui, pada zaman Raja Udayana yang berkuasa di Bali pada abad ke 16, saat sastrawan I Gede Basur masih hidup yaitu pernah menulis buku lontar Pengeleakan dua buah yaitu 'Lontar Durga Bhairawi' dan 'Lontar Ratuning Kawisesan'.

Jawa

Banaspati adalah sosok hantu yang paling bahaya dan ditakuti oleh kalangan masyarakat jawa. Karena selain penampakannya secara tiba-tiba konon jenis makhluk halus ini juga mampu melukai manusia. Seperti apa wujud dari hantu yang mengerikan tersebut bisa kita ketahui dari catatan misteri di bawah ini.
penampakan-hantu-banaspati

Dari sekian banyak cerita dan kisah misteri yang pernah dialami oleh masyarakat di jawa khususnya di daerah Yogyakarta terdapat persamaan dan kemiripan tentang wujud hantu api yang diceritakan. Setidaknya terdapat 2 wujud yang kerap disebut dengan hantu banaspati.

Sosok banaspati ini merupakan sosok hantu dengan wujud bola api, pada awal penampakannya memang terlihat tidak menakutkan karena hanya sebesar kepalan tangan manusia. Namun jika kita tidak segera menghindar dari jenis makhluk gaib ini konon dirinya perlahan akan membesar layaknya kobaran api.

Hantu yang juga kerap disebut sebagai makhluk jadi-jadian ini juga dikabarkan mampu melayang di udara serta berpindah antara satu pohon ke pohon yang lain. Tempat favorit yang menjadi persinggahan jenis hantu ini sangat beragam mulai dari rumpun bambu, pohon kelapa, hingga pemakaman umum.

Sosok lain yang juga tak kalah sering diceritakan oleh masyarakat Yogyakarta yakni mengenai penampakan banaspati dengan wujud manusia api. Seluruh tubuh mulai dari ujung kaki hingga kepala konon menyala dan memancarkan cahaya layaknya kobaran api ketika kita membakar api unggun.

Keganjilan tidak hanya terletak dari unsur yang mewujudkan hantu tersebut, namun juga tingkah laku yang ia miliki. Konon banaspati dengan wujud manusia api ini berjalan menggunakan kedua tangannya sementara kakinya berada di atas.

Bisa kita bayangkan betapa mengerikan penampakan jenis makhluk gaib yang berbeda dengan hantu glundung pringis yang menyeramkan. Terlebih beberapa kalangan masyarakat juga memiliki keyakinan bahwa hantu ini mampu melukai manusia dengan menjulurkan lidah apinya sehingga dapat mengakibatkan luka bakar pada manusia.

Sebagian lagi percaya bahwa hantu ini menampakan diri dan mengejar manusia sebagai mangsanya dengan cara menghisap darahnya, hal ini sangat berbeda dengan cerita misteri hantu pocong mengikuti tukang gali kubur. Benar atau tidaknya cerita misteri tersebut tentunya tidak dapat kita pastikan.

Pada era 80-an sosok makhluk halus ini kerap sekali menampakkan diri dan mengganggu manusia yang sekiranya melewati atau sedang berada diwilayah dimana banaspati tersebut berada. Mengenai asal usul dan sejarah hantu banaspati tentunya hanya Yang Maha Gaib yang mengetahuinya dengan pasti, karena Dialah Yang Menciptakannya. (*)