Curah Hujan Meningkat Jelang Imlek, Mungkinkah Bakal Banjir Lagi, Inilah Mitos Seputar Imlek

BANGKAPOS.COM--Sekitar dua minggu lagi tepatnya tanggal 28 Januari, warga Tionghoa di provinsi Kepulauan Bangka Belitung kembali merayakan hari raya Imlek.

Hari raya yang kini sudah ditetapkan sebagai salah satu hari libur nasional ini berlangsung semarak di dua pulau besar di provinsi Babel.

Warga Tionghoa yang merantau di kota-kota besar di Indonesia bahkan di luar negeri biasanya memanfaatkan momen ini untuk pulang kampung ke Pulau Bangka atau Pulau Belitung.

Baca: Mencekamnya Pangkalpinang saat Dilanda Hujan Badai, 45 Rumah Rusak dan Pohon Bertumbangan di Jalan

Sayangnya tahun lalu, warga Tionghoa tidak bisa merayakan Imlek dengan tenang lantaran musibah banjir besar yang melanda pulau Bangka.

bersih2 imlek

Apalagi banjir besar yang terjadi tepat pada saat Imlek tahun 2016 itu merendam kantung-kantung pemukiman warga Tionghoa di kota Pangkalpinang seperti wilayah Kampung Bintang.

Entah karena faktor apa, setiap tahun menjelang Imlek curah hujan intensitasnya semakin tinggi.

Seperti yang terjadi akhir-akhir ini, bahkan terjadi hujan badai yang merusak puluhan rumah dan merobohkan pepohonan diwilayah Pangkalpinang.

Ada kepercayaan hujan yang terjadi saat imlek dianggap sebagai pertanda rejeki. Namun jika menyebabkan banjir apakah itu semua relevan.

Ternyata tidak semua warga Tionghoa percaya bahwa hujan saat hari raya Imlek merupakan tanda banyak rezeki.

Hujan saat Imlek diyakini hanya karena faktor cuaca.

Namun ada kekhawatiran musibah banjir kembali melanda mengingat mulai tingginya curah hujan akhir-akhir ini.

Penulis Huruf

Jasa tulis huruf mandarin

Jelang Tahun Baru Imlek tahun 2017, mulai bermunculan jasa penulis huruf Mandarin di Kota Pangkalpinang.

Kertas berwarna-warni ini, dipergunakan oleh warga tionghoa untuk sembahyang, saat jelang Imlek. Di atas kertas tersebut akan ditulis nama para leluhur.

Jasa tulis huruf Mandarin ( tulis Phai Bui) dapat ditemui di persimpangan Jalan Bahagia Pangkalpinang. ada terdapat tiga orang, yaitu Lai Fa Sang (77), Akhi (65) dan Hakim (72).

Untuk dapat menulis huruf mandarin ini tidak semua orang dapat melakukannya. Tulis menulis huruf Manarin diperoleh mereka dulu pernah belajar di sekolah mandarin.

Jasa tulis huruf dimulai selama 20 hari, dan sehari sebelum Imlek, 27 Januari 2017, Karena keesokan harinya 28 Januari 2017 sudah masuk Imlek bagi warga Tionghoa.

Adapun jasa tulis huruf mandarin, perlembarnya berkisar Rp 5.000 hingga Rp 10,000.

Mereka mangkal di simpang Jalan Bahagia, mulai pukul 06.00 - 16.00 WIB.

Mitos Imlek

Tahun Baru imlek akan dirayakan oleh seluruh masyarakat keturunan Tionghoa di seluruh dunia, tak terkecuali tentunya di Indonesia.

Meski tersebur di berbagai penjuru dunia, ternyata masih ada kesamaan mitos kepercayaan atau pantangan saat merayakan Imlek yang masih dipercaya hingga kini.

Dikutip dari Tionghoa.info, beberapa mitos yang dipercaya yakni:

1. Mitos tentang malam Tahun Baru Imlek

Merayakan Tahun Baru Imlek, rumah sebaiknya dibersihkan atau direnovasi sebelum menjelang malam tahun baru tiba, karena bila membersihkan rumah pada hari H nya dipercaya akan mengusir keberuntungan di sepanjang tahun yang akan berjalan.

Saat menjelang malam pergantian tahun baru, bukalah pintu utama (atau pintu yang langsung menghubungkan ke ruang tamu) lebar-lebar, karena dipercaya banyak Dewa-Dewi yang akan memberikan rezeki pada malam tersebut.

 Momen malam tahun baru Imlek ini biasanya banyak dimanfaatkan keturunan Tionghoa dengan kumpul bersama keluarga inti di ruang tamu untuk menghangatkan suasana dan tak sedikit juga yang rela begadang hingga pagi demi menghirup hawa tahun baru pertama.

2. Jangan berbicara hal-Hal yang berbau kematian

Orang-orang tua dulu mengajarkan kepada anak-anaknya agar tidak mengucapkan kata-kata yang berbau kematian saat Imlek berlangsung.

Hal ini dipercaya bahwa apa yang akan terjadi pada awal tahun baru, bisa menggambarkan apa yang akan terjadi di sepanjang tahun kemudian.

Pembicaraan seputar hantu atau apapun yang terkait dengan roh orang yang sudah meninggal juga dilarang karena diyakini akan membawa unsur kematian.

Tak hanya itu, dipercaya juga tidak boleh membuat anak-anak menangis di malam tahun baru, karena membawa suasana kesedihan dimana seharusnya tercipta suasana kegembiraan oleh tawa anak-anak.

3. Simpan benda-benda ini saat Tahun Baru Imlek

Alat-alat pembersih rumah seperti kemoceng, kain pel dan sapu harus disimpan sebelum malam pergantian tahun baru.

Hal ini dimaksudkan agar kita tidak menggunakannya lagi ketika Imlek berlangsung. Apabila digunakan dipercaya keberuntungan kita juga akan ikut tersapu.

Jika kotor, gunakan saja kertas tisu, atau pungut dengan tangan.

4. Jangan memotong rambut menjelang Imlek

Menurut kepercayaan, kita tak boleh memotong atau menggunting rambut saat tahun baru Imlek, alasannya keberuntungan kita disepanjang tahun akan ikut terpotong juga.

Jika ingin memotong rambut disarankan agar dilakukan beberapa hari sebelum hari H.

Namun tidak tahu apa hal ini berlaku juga bagi wanita yang ingin nyalon dulu sebelum pergi ke rumah sanak saudaranya, atau sekedar ingin tampil kinclong cantik saat menjamu para tamu dirumahnya.

5. Mitos seputar warna merah saat Imlek

Jangan heran kalau saat Imlek, warna merah akan menjadi dominan dibanding warna lain.

Mulai dari pakaian hingga ornamen atau hiasan Imlek semua berwarna Merah. Masyarakat etnis Tionghoa percaya jika warna merah adalah simbol keberuntungan.

Kertas Angpao yang dibungkus dengan berwarna merah bermakna agar anak-anak dapat tumbuh sehat dan bahagia selalu.