Kanal

Dinas Perikanan Belitung Ajak Nelayan Ikuti Asuransi Nelayan, Preminya Sampai Ratusan Juta

Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Belitung, Destika. - Pos Belitung/ Krisyanidayati.

Laporan Wartawan Pos Belitung, Krisyanidayati

BANGKAPOS.COM, BELITUNG - Pemerintah Kabupaten Belitung sedang memproses penyaluran klaim asuransi bagi Rahman Saragih nelayan Tanjung Binga yang meninggal pada 8 januari silam akibat kecelekaan kerja di Laut Kalimantan.

Premi Asuransi sebesar Rp 200 juta itu rencananya akan diserahkan langsung oleh Bupati Belitung, Sahani Saleh kepada ahli waris almarhum di Desa Tanjung Binga.

"Sudah cair premi asuransi nelayan kita meninggal, senilai Rp 200 juta, mungkin sekitar tanggal 20 an kita serahkan secara simbolis kepada ahli waris sekaligus kita akan undang kelompok nelayan, dan sosialisasi pentingnya asuransi nelayan," kata kepala Dinas Perikanan Kabupaten Belitung, Destika Efenly.

Ia menjelaskan nilai premi yang diperoleh berbeda-beda tergantung tingkat kecelakaan. Destika menjelaskan asuransi nelayan merupakan bentuk jaminan dan perlindungan bagi nelayan kecil yang mengalami musibah.

Namun sayangnya, saat ini baru sekitar 2400 orang n nelayan di Belitung yang memiliki asuransi nelayan. Sedangkan jumlah nelayan di Belitung sekitar 9600 orang.

"Kronologisnya meninggal waktu kelaut mancing ikan, mendadak pusing, sesak napas akhirnya dibawa ke rumah warga dan gak tertolong lagi. Nilai premi beda-beda ini kan meninggal kecelakaan kerja itu Rp 160 juta sudah ada rincian cacat permanen, tergantung parah atau gak nya," katanya.

Ia menegaskan asuransi nelayan, bukanlah uang pengganti nyawa. Melainkan ini bentuk perhatian pemerintah untuk meringankan beban nelayan kecil apabila mengalami musibah saat mencari rezeki.

"Musibah kan tidak ada yang tau, tapi dengan asuransi kan ini bisa menjadi warisan bagi yang ditinggalkan, ini bukan pengganti nyawa. Kita kan tidak tahu apa almarhum punya hutang atau tidak, atau ada tanggungan yang ditinggalkan seperti istri dan anak, bisa digunakan untuk modal usaha. Diharapkan dengan asuransi ini bisa membantu itu semua," katanya.

Menurutnya, dengan adanya ini semoga nelayan Belitung akan tergerak untuk mengikuti asuransi nelayan, menurutnya asuransi nelayan tidak memberatkan pasalnya satu bulan hanya dikenakan pembayaran sekitar Rp 16 ribu/bulan atau sekitar Rp 170 ribu/tahun.

"Saya berharap dengan kejadian ini masyarakat tau, pemerintah tidak main-main dalam memberikan perlindungan terhadap nelayan kecil. Ini loh buktinya, kita himbau kepada nelayan kecil masuklah asuransi, tahun pertama itu gratis," pesannya.

Menurutnya, tahun 2017 ini pihaknya kembali mendapatkan kouta 5000 asuransi nelayan dari kementrian. Ia berharap kesadaran nelayan akan semkain meningkat mengingat efek positif yang didapatkan dengan keikutsertaan dalam asuransi nelayan.

Destika menjelaskan pihaknya akan gencar melakukan sosilasi kepada nelayan, dan memberikan pemahaman pentingnya asuransi nelayan.

"Katakanlah para pengusaha yang mewadahi nelayan, ajaklah nelayan mereka untuk masuk asuransi nelayan ini. Kan gak berat, dan ini untuk kepentingan nelayan juga," tutupnya.

Penulis: krisyanidayati
Editor: Hendra
Sumber: bangkapos.com

Hanyut di Laut sampai ke Jepang selama 49 Hari, Begini Cara Aldi Novel Adilang Bertahan Hidup

Berita Populer