Kanal

Sebelum Dibunuh, Dosen Undip Ini Marah karena Pasangan Kumpul Kebo Belum Bayar Kos

Polisi mengevakuasi jenazah korban. - DOKUMEN POLSEK SEMARANG TENGAH

BANGKAPOS.COM, SEMARANG -- Suara Supardi (22) bergetar ketika menceritakan detik-detik kematian dokter senior RSUP Kariadi, Nanik Trimulyani (72), saat gelar perkara di Mapolrestabes Semarang, Jumat (12/5) siang.

Menurut dia, Nanik yang juga dosen Universitas Diponegoro (Undip) Semarang itu meninggal usai dicekik oleh Parman (22), rekan Supardi.

Baca: Ajaib, Gadis Ini Masih Hidup Meski Dilempar ke Dalam Lubang dan Dikubur

Kejadian itu berlangsung di dalam kamar tidur Nanik, di rumah kawasan Plampitan 58, Kota Semarang, Minggu (23/4) lalu.

"Saya hanya bantu memegangi tangan Bu Nanik dari belakang," ujar pria kelahiran 9 Juli 1995 itu.

Baca: Empat Artis Dangdut Hibur Tamu Pernikahan Rp 1 Miliar yang Gemparkan Publik

Sebelum meninggal, Supardi menuturkan, dua tangan dan kaki Nanik diikat.

Mulut pun disumbati lakban. Dalam kondisi itu, Nanik masih meronta-ronta. Parman pun mencekik leher Nanik hingga meninggal.

"Saya terpaksa bantu Parman mencuri karena diancam menggunakan parang. Saya tidak tahu akhirnya Bu Nanik malah dibunuh," imbuhnya.

Baca: Penjaga Vila Ini Malah Sakit Hati Dijanjikan Bantuan untuk Obati Benjolan di Tubuh

Halaman
123
Editor: fitriadi
Sumber: Tribun Jateng

Anjing Milik Korban Pembunuhan di Bekasi Tak Mau Makan dan Menangis, Pakar: Bisa jadi Saksi

Berita Populer