Tak Disangka, Ikan Lucu nan Pintar Ini Kini Bikin Nelayan Lemas dan Merugi

BANGKAPOS.COM--Banyak kisah suka duka nelayan saat pergi melaut mengarungi samudra melawan keganasan gelombang, dilambung ombak, hingga dihantam badai demi mencari nafkah untuk keluarga.

Begitu juga yang dialami Cecep (32) nelayan Lingkungan Kualo Kelurahan Matras Kecamatan Sungailiat Kabupaten Bangka.

Bermodal perahu kayu dengan mesin tempel kendati musim angin tenggara ia tetap melaut.

Jarak tempuh 13 hingga 18 kilometer dari Pantai Matras ia arungi.

Baca: Terbukti Secara Ilmiah, Inilah Manfaat Mengejutkan Lahir dan Batin Dari Puasa Ramadan

Paling tidak Cecep harus menghabiskan sebanyak 30 liter BBM untuk melaut dalam satu hari.

Diakui Cecep saat musim paceklik sekarang ini ia hanya mendapatkan ikan sedikit.

Atraksi hiburan Lumba-lumba (Tribunnews/dok)

Sayangnya ikan tangkapannya pagi ini banyak dimakan lumba-lumba. Hewan yang bagi masyarakat lucu, mengemaskan dan pintar ini ternyata dianggap hama oleh para nelayan.

Diakui Cecep jaringnya banyak yang rusak akibat ulah lumba-lumba yang memakan ikan langsung dari jaring nelayan.

"Pon ade lumba-lumba kayak pagi tadi ku lah lemes. Mane dapat sedikit mane jaring rusek diulah e jaring batu pulik. Ku kadang lah kesel lah ngerutu. Ya Allah," ungkap Cecep ketika berbincang dengan bangkapos.com, Kamis (25/5/2017) di Pantai Matras.

Lumba-lumba menurut Cecep binatang yang cerdas dan terlatih. Hewan ini bisa makan ikan langsung dari jaring dengan merusak jaring nelayan. Pintarnya hewan ini tak terjebak jaring nelayan.

Diakuinya populasi lumba-lumba semakin banyak diperairan Bangka. Ini meresahkan nelayan.

"Kalau dulu mereka dak ganggu sekarang lah ganggu lah jadi hama untuk nelayan. Kalau musim air laut tenang dak ape-ape agik banyak spot yang dicari. Musim angin tenggara ni minta ampun. Kalau kami pasang jaring di situ tetap lah kami tebar walau ade lumba-lumba," keluh Cecep.

Pengalaman menarik lainnya yang ia alami saat melaut adalah berhasil menyelamatkan sembilan rekan nelayan lainnya yang perahunya pecah dihantam gelombang saat melaut.

Ketika masang jaring Cecep melihat dari kejauhan ada yang melambaikan tangan kearahnya. Tanpa berpikir panjang Cecep langsung memutuskan jaring membiarkan jaringnya hanyut demi menyelamatkan rekannya sesama nelayan.

"Ku pikir cuma sikok orang e dak tau e ade sembilan mencar-mencar mereka hanya pakai tali lah sejam lebih perahu e kandas dihantam gelombang. Alhamdulillah semue selamat," ucap Cecep bersyukur.

Kendati menjalani profesi nelayan kecil ia tetap bersyukur walaupun banyak atau sedikit hasil tangkapan saat melaut yang penting baginya berkah dari Allah.

"Pagi ni dapat Rp 200.000 yang penting ade ujung dikit untuk keluarga jadilah," ungkap Cecep tersenyum.

Pondok Kuliner Ikan Bakar

Para nelayan berharap Pemkab Bangka memperbolehkan mereka membangun pondok-pondok untuk bakar ikan di Pantai Matras.

Mereka bisa menjual hasil tangkapan laut langsung kepada para wisata di Pantai Matras.

Dengan demikian, para nelayan bisa mendapatkan penghasilan tambahan dengan menjual hasil olahan laut.

Selain itu juga para wisatawan bisa menikmati hasil laut yang masih segar sekaligus sebagai tempat berburu kuliner laut.

Namun kendalanya mereka belum berani membuat pondok karena harus terlebih dahulu mendapat izin dari Pemkab Bangka.

Diakui Cecep Nelayan Lingkungan Kualo Kelurahan Matras ada beberapa wisatawan yang datang ke Pantai Matras saat pagi ketika nelayan baru pulang melaut, mereka membeli hasil tangkapan ikan nelayan untuk dipanggang di pantai.

"Beberapa waktu lalu ade orang dari Jakarta datang pagi mereka kesini. Beli ikan kek nelayan disini minta dipanggang. Bapak-bapak nelayan lah yang bakar mereka makan bawa nasi sambel dari rumah. Katanya nanti mau datang lagi bakar-bakar ikan disini," kata Cecep kepada bangkapos.com

Saat acara Family Gathering Pemkab Bangka di Pantai Matras, Jumat (25/5/2017) ini juga mereka diminta untuk merebus kepiting yang dibeli dari nelayan yang tambat perahu di Pantai Matras.

Kepiting pesanan Pemkab Bangka terlihat gemuk-gemuk dan masih segar. Kepiting ini disajikan untuk bupati bersama keluarga besar Pemkab Bangka.

Kendati saat ini angin musim tenggara gelombang besar para nelayan masih melaut untuk mencari nafkah bagi keluarganya walaupun hasil yang didapat tidak seberapa.

Ikon Pariwisata

Bupati Bangka H Tarmizi Saat menyambut baik keinginan para nelayan membangun pondok untuk tempat makan kuliner khas laut di Pantai Matras.

Dia meminta agar para nelayan segera mengajukan rencananya tersebut kepada Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga Kabupaten Bangka sehinggadapat memfasilitasi dengan membangun pondok-pondok restoran ala nelayan tersebut.

Menurut Tarmizi pondok ikan bakar di pesisir Pantai tersebut bisa menjadi Ikon Pariwisata Kabupaten Bangka nantinya.

"Nelayan ajukan saja ke kita. Nanti kita bikin pondoknya. Inikan wilayah pemda bisa kita bangun. Seperti apa maunya sebelah mana nantinya kita bangun. Nanti ikan datang nanti mereka bakar kemudian mereka bikin restoran tapi ala nelayan bisa jadi ikon kita," kata Tarmizi menanggapi keinginan nelayan membangun pondok tempat bakar ikan ketika hadir di dalam kegiatan Family Gathering Pegawai Pemkab Bangka, Kamis (25/5/2017) di Pantai Matras.

Dia minta nelayan mengajukan usulan kepada dinas terkait sehingga ada hitam diatas putihnya.

Setelah diajukan Pemkab Bangka akan menyetujui bahkan Tarmizi mengatakN ia orang pertama yang akan menyantap menu ikan bakar ala pondok nelayan tersebut apabila nanti terealisasi.

"Kalau tidak ada hitam putih bagaimana kita ajukan dibuat aja kita setuju. Mungkin saya pertama akan makan karena ikan e agik bagus," kata Tarmizi.(*)