Kanal

Gadis Terpedaya Bujuk Rayu Duda, Dua Kali Bertemu, Enam Kali Lakukan Intim

Ilustrasi - www.skanaa.com

BANGKAPOS.COM, MALANG - Diduga tidak tahan menduda, M Fauzi (22) warga desa Gampingan kecamatan Pagak kabupaten Malang nekat menyetubuhi gadis dibawah umur.

Akibatnya Fauzi diamankan UPPA (Unit Perlindungan Perempuan dan Anak) Polres Malang untuk mempertanggung jawabkan ulahnya tersebut, Sabtu (22/7/2017).

Kanit UPPA Polres Malang, Iptu Sutiyo menjelaskan, kasus itu berawal dari perkenalan korban yang masih berusia 15 tahun, warga kecamatan Kepanjen, kabupaten Malang, sekitar bulan Mei 2017 lalu.

Dari perkenalan tersebut antara korban dan tersangka akhirnya berteman akrab.

"Bahkan, tersangkapun tidak segan mengajak korban datang ke rumahnya untuk sekedar bermain meski baru kenal," kata Sutiyo, Senin (24/7/2017).

Baca: Kisah Haru Fidelis Obati Istri dengan Ekstrak Ganja, Surat Pembelaannya Bikin Pengunjung Menangis

Baca: Yulianis Ungkap Mantan Komisioner KPK Ini Terima Uang dari Nazaruddin di Kantor Elza Syarief

Hingga akhirnya, dikatakan Sutiyo, tersangka berupaya memancing korban untuk bergaul lebih akrab.

Hal itu diawali dengan saling memperbincangkan niat tersangka untuk menikahi korban.

Dan rupanya ajakan menikah itu dilakukan tersangka sambil mengeluarkan bujuk rayu pada korban.

Sampai akhirnya korban berhasil diajak berhubungan badan sebanyak enam kali dalam dua kali pertemuan.

Perbuatan itu dilakukan semuanya di rumah tersangka. Apalagi korban sendiri pada saat itu dalam kondisi ketakutan pulang ke rumah setelah ponselnya hilang.

"Rupanya ketakukan korban dimanfaatkan tersangka dengan menyediakan tumpangan tidur hingga diajak berbuat layaknya suami isteri itu," ucap Sutiyo.

Baca: Mamat Terbakar Hidup-hidup di Angkotnya, Penyakit Ayan Kumat Mobil Melaju Zigzag Tabrak Trotoar

Ketika korban pulang kembali ke rumahnya, imbuh Sutiyo, orang tua korban curiga. Selanjutnya orang tua korban bertanya apa yang terjadi selama tidak pulang ke rumah.

Hingga akhirnya korban menceritakan apa yang dialaminya. Hal itu membuat orang tua korban tidak terima dan melapor ke UPPA Polres Malang yang langsung menindaklanjuti laporan tersebut.

Sementara tersangka M Fauzi mengatakan, dirinya kenal dengan korban melalui telepon. Awalnya ia diberi nomor telepon korban oleh temannya.

Nomor itupun coba dihubungi dengan berpura-pura salah sambung. Namun, dalam percakapan di telepon itu dirinya mengajak berkenalan dengan korban.

Hingga akhirnya perkenalan lewat telepon itupun berlanjut sampai ajakan bertemu. 

"Dari situlah kami akhirnya berteman dengan korban dan saling ngobrol bersama hingga terjadilah perbuatan itu," tutur Fauzi yang baru menduda setelah bercerai dengan isterinya pada bulan Januari 2017 lalu.  (Ahmad Amru Muiz)

Editor: Hendra
Sumber: Tribunnews

Berita Populer