Batu Akek Antak di Desa Puput

Laporan Wartawan Bangka Pos, Nordin

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Medan jalan yang becek akibat hujan dan cuaca panas siang hari terbayar sudah saat melihat berjejeran batu menjulang tinggi yang berukuran seatap rumah warga.

Belum lagi udara yang segar dengan pemandangan hijau perkebunan warga dan belukar sisa tanam tumbuh menambah susana berbeda di sekitar bebatuan yang sekarang lagi ngehits di Desa Puput Kecamatan Simpang Katis Bangka Tengah.

Ada sekitar 12 batu berbentuk unik dan ukuran seperti dipahat di Desa Puput. Menambah penasaran lagi adalah terdapat bekas seperti telapak kaki manusia dan jalur kereta di atas batu yang dikenal oleh warga setempat dengan 'batu akek antak' ini.

"Hari ini kami terdiri dari perangkat desa, camat dan beberapa orang sengaja datang ke tempat ini. Kami penasaran dengan berita di media sosial," ujar Pj Kades Puput M Ali Sobirin kepada bangkapos.com, Selasa (1/8/2017).

Menurut M Ali Sobirin, batu-batu tersebut sebetulnya sudah tidak asing lagi keberadaannya bagi warga sekitar, namun selama ini belum terpublikasi.

Diantaranya ada batu belimbing akek Mo, nyeren, tapak kaki akek antak, batu kuyang, dan sebagainya.

"Lokasi batu-batu ini ada di kebun warga, sebagian di belukar sisa kebun masyarakat. Bentuknya beragam, dinding batu seperti buah belimbing, sebagian besarnya ada yang seperti bubung rumah warga," jelas M Ali Sobirin.

M. Ali Sobirin melanjutkan, batu dengan bekas kaki tersebut nyata adanya. Pihaknya sudah melihat secara langsung keberadannya.

Letaknya di bagian atas batu dengan ukuran telapak kaki kurang lebih sekitar 40 cm dan ibu jarinyapun kelihatan.

"Mungkin inilah warga menyebutnya dengan batu akek antak, menurut warga juga telapak kaki ini tidak hanya satu dan keberadaannya masih ditelusuri," terangnya M Ali Sobirin.

Dia menambahkan, bebatuan di Puput ini terbilang unik, tidak berada di daerah bukit seperti kebanyakan batu-batuan yang ada. Kemudian jaraknyapun berdekatan dan tunggal.

Selain itu berada di tanah yang datar. Jarak yang jauh dari pantai dan bukit.

"Menurut cerita warga, di tempat ini dulunya sering terjadi hal-hal diluar akal sehat atau gaib," ucapnya. (*)