Kanal

Pengesahan Raperda Hari Jadi Kota Manggar Ditunda, Ini Musababnya

Anggota Pansus Hari Jadi Kota Manggar, Harjanto Johannes - POSBELITUNG/DEDY QURNIAWAN

Laporan Wartawan Pos Belitung, Dedy Qurniawan

BANGKAPOS.COM, BELITUNG TIMUR - Rancangan peraturan daerah (Raperda) tentang Hari Jadi Kota Manggar (HJKM) ditunda untuk disetujui atau disyahkan pada paripurna penyampaian pendapat akhir fraksi DPRD Belitung Timur, Selasa (1/8/2017).

Paripurna hanya menyetujui dua dari tiga raperda yang telah diusulkan beberapa waktu lalu, yakni raperda perubahan tentang administrasi penduduk Beltim dan raperda perbuahan tarif retribusi jasa usaha Kabupaten Beltim.

Anggota Pansus Raperda HJKM Harjanto Johannes (Asin) mengatakan, pihaknya meminta perpanjangan waktu pembahasan karena ada hal yang dinilai prinsip dan perlu kesepekatan bersama mengenai Hari Jadi Kota Manggar.

"Kami minta perpanjangan waktu (pembahasan)," kata Asin, Selasa (1/8).

Politisi Hanura ini menjelaskan, data historis dan data lain terkait penentuan HJKM sebenarnya telah lengkap dikumpulkan oleh pansus.

Pihaknya mengumpulkan data dengan cara mendatangi Kantor Arsip Nasional Republik Indonesi, museum, hingga berbincang dengan ahli sejarah dan tokoh masyarakat.

Misalnya, Pansus telah mendapatkan data eksistensi Manggar bahkan sejak 1852, 1867, hingga 1907.
Menurut Asin, hal prinsip yang perlu disetujui bersama adalah penentuan apakah Hari Jadi Kota Manggar akan ditentukan menggunakan tahun 1867 dan 1907.

"Persepsi ini yang harus disamakan. Penyamannya perlu menggunakan data. Tahun jadi Manggar masih harus ditentukan apakah 1867 atau 1907. Yang 1867 itu data dari kearsipan, " kata Asin.

Asin menjelaskan, keberadaan atau eksistensi Manggar dalam pembahasan pansus ditandai dengan keberadaan Electrische Centrale (EC)-- pembangkit listrik tenaga diesel yang disebut-sebut sebagai pembangit listrik terbesar di Asia Tenggara pada masanya. Termasuk keberadaan Lipat Kajang dan adanya data sejarah keberadaan etnis Tiong Hoa pencari timah di Sungai Manggar.

Selain itu, Asin mengatakan, raperda batal untuk disyahkan karena Ketua Pansus HJKM Jafri juga sedang dalam proses pemulihan usai terlibat kecelakaan tunggal beberapa waktu lalu. (*)

Penulis: Dedi Qurniawan
Editor: Iwan Satriawan
Sumber: bangkapos.com

Kronologi Lengkap Mahasiswi Dibunuh Pacar di Aceh, Diajak Jalan hingga Pelaku Kabur ke Rumah Ipar

Berita Populer