Kanal

Dirut PDAM Tirta Bangka Akui Pembangunan Intake PDAM Usulan Pihaknya

Direktur Utama PDAM Tirta Bangka, Wellindra Bashir saat diwawancarai awak media usai pemeriksaan oleh tim Pidsus di gedung Kejati Babel. - Bangkapos/Ryan Agusta

Laporan wartawan Bangka Pos, Ryan A Prakasa

BANGKAPOS.COM,BANGKA--Direktur utama (dirut) PDAM Tirta Bangka, Wellindra Bashir tak menampik jika pembangunan intake di lokasi kolong PDAM Merawang Kabupaten Bangka yang dibangun pada tahun anggaran 2016 lalu merupakan usulan pihaknya.

"Yang mengusulkan adanya pembangunan intake baru di kolong PDAM Merawang itu adalah saya dan bukan pihak pemda Bangka," kata Wellindra di hadapan wartawan saat ditemui usai pemeriksaan di gedung Pidana Khusus (Pidsus) Kejaksaan Tinggi Provinsi Bangka Belitung (Kejati Babel), Jumat (18/8/2017) sore.

Meski begitu ia tak menampik pula jika usulan pembangunan intake baru di lokasi setempat (kolong PDAM Merawang) tahun 2016 seiring adanya kegiatan proyek rehab pipa transmisi pipa Merawang tersebut justru ada rekomendasi dari pemda Bangka yakni bupati Bangka.

"Pasti ada rekomendasi dari pimpinan tertinggi saya yakni bupati Bangka tapi soal surat rekomendasi pak bupati itu ya sah-sah saja," tegasnya.

Kembali ditegaskanya soal pembangunan intake PDAM Merawang itu sesungguhnya tugas pihak intansi satuan kerja (Satker) PJSA (Pelaksana Jaringan Sumber daya Air) Sumatera VIII Provinsi Bangka Belitung (Babel), Kementerian Pekerjaan Umum & Perumahan Rakyat (PUPR), sedangkan untuk urusan sumber air yakni Satuan Kerja (Satker) SNVT Pelaksana Pengelolaan Sumber Daya Air (SDA) Sumatera VIII, Provinsi Bangka Belitung, Kementerian Pekerjaan Umum & Perumahan Rakyat (PUPR).

"Kalau pembangunan intake tugasnya satker SDA sedangkan WTP (Water Treatment Plant--red) atau Instalasi Pengolahan Air (IPA) satker PJSA," katanya.

Kembali soal adanya usulan pembangunan intake di kolong PDAM Merawang justru alasannya lantaran kondisi fisik intake lama kini sudah roboh atau rusak parah.

Dalam berita sebelumnya yang dilansir bangkapos.com disebutkan jika dalam kegiatan proyek rehab pipa transmisi pipa Merawang, Bangka TA 2016 dikerjakan oleh PT Rian Jaya Makmur dengan anggaran senilai Rp 4,7 M, namun dari total anggaran tersebut senilai Rp 1,2 M malah dialihkan untuk kepentingan pembangunan intake di kolong PDAM Merawang, Bangka.

Sekedar diketahui yang dimaksud intake merupakan bangunan atau konstruksi pertama untuk masuknya air dari sumber air.

Pada bangunan atau kontruksi Intake ini biasanya terdapat bar screen yang berfungsi untuk menyaring benda-benda yang ikut tergenang dalam air. Kemudian air akan di pompa ke bangunan atau konstruksi berikutnya yaitu WTP (Water Treatment Plant). (*)


Penulis: ryan augusta
Editor: Iwan Satriawan
Sumber: bangkapos.com

Video Viral Polisi Sempatkan Diri Beribadah ketika Bertugas di Belakang Suporter Bola

Berita Populer