Yuk Nikmati Panorama Sunset nan Keren di Pulau Kelapa Belinyu

Laporan wartawan Bangka Pos, Ryan A Prakasa

BANGKAPOS.COM,BANGKA--Decak kagum tak henti-hentinya kalimat yang dilontarkan oleh seorang aktifis pecinta alam (Maraspala Bangka Belitung), Aldi (24) ketika baru saja menginjak pulau kecil tapi eksotis.

"Kecil tapi engkau begitu menawan hati," kata Aldi, Sabtu (19/8/2017) siang itu ia bersama rekan aktifis pecinta alam asal Belinyu, Kabupaten Bangka.

Pulau kecil ini dikenal dengan sebutan nama pulau Kelapa (Coconut Island) terletak di ujung sebelah utara kota Belinyu atau berbatasan dengan wilayah perairan Kabupaten Bangka Barat.

Panorama pulau Kelapa (Bangkapos/Ryan Agusta)

Kedatangan rombongan kelompok pecinta alam asal Maraspala Bangka Belitung siang itu di pulau Kelapa disambut hangat oleh Eddie Kerkop (26) pemuda asal Kota Belinyu dikenal sebagai aktifis pelestari alam.

"Selamat datang di pulau Kelapa nan indah ini kawan-kawan!," sapa Eddie.

Suasana siang itu di pulau setempat ternyata terlihat para wisatawan lokal berlibur menikmati suasana pulau ini.

Sebutan pulau Kelapa ini menurut Eddie asal mulanya dulu cerita dari orang tuanya jika dulu pulau kecil ini sengaja diberi nama pulau Kelapa lantaran pulau ini dari kejauhan sudah terlihat pepohonon kelapa atau nyiur.

Beragam pesona terdapat di pulau Kelapa selain para pengunjung pun dapat pula menikmati keindahan panorama lainnya ketika berada di pulau ini sambil menikmati sejumlah fasilitas lainnya diantaranya yakni tenda dan pelampung santai.

"Fasilitas ini semuanya gratis bagi para pengunjung yang datang ke pulau ini (pulau Kelapa--red)," katanya.

Selain itu di pulau Kelapa pun tersedia fasilitas lainnya berupa tempat ibadah (mushola) termasuk toilet yang dibangun olehnya dengan menggunakan dana pribadi.

"Saya sebenarnya bukanlah pengelola pulau ini (pulau Kelapa--red) tapi tak lain hal ini saya lakukan bentuk kepedulian serta demi menjaga objek wisata alam yang ada di daerah kita ini sekaligus demi menjaga kelestarian alam," terangnya.

Eddie menceritakan ide menyediakan sejumlah fasilitas di pulau yang dirawatnya itu sesungguhnya terinpirasi saat ia masih mengenyam pendidikan di pulau Jawa.

"Berawal ketika saya waktu itu masih kuliah di Jogja di daerah pulau Jawa tempat wisata alam di daerah luar justru dikelola dengan baik. Sayang kan kalau di daerah kita sendiri banyak terdapat objek wisata alam yang tidak dikelola dengan baik," kata alumni Stikes Jenderal Ahmad Yani, Jogjakarta.

Meski begitu ia sendiri berharap adanya perhatian dari pihak pemerintah daerah guna mengembangkan objek wisata alam pulau Kelapa di wilayah Belinyu Kabupaten Bangka tersebut.

Selain itu di pulau ini pun menurutnya sesungguhnya memiliki nilai sejarah yang patut diketahui oleh masyarakat di Bangka khususnya lantaran di pulau Kelapa ditemukanya terdapat tempat penyimpanan amunisi tentara Belanda saat dulunya penjajah masuk ke pulau Bangka.

'Inilah tempat penyimpanan amunisi senjata tentara Belanda itu. Dulunya bangunan ini terdapat rangka besi dan terkunci rapat namun sayang tangan jahil justru telah merusak situs bersejarah ini," kata Eddie seraya menunjukkan kepada bangkapos.com perihal lokasi tempat bersejarah di pulau itu.

Tak sekedar itu para pengunjung yang datang ke pulau Kelapa ini pun dapat pula menikmati suasana matahari terbenam (sunset) nan begitu indah.

"Subhanallah pulau ini (Pulau Kelapa--red) membuat hati saya jadi kepincut," kata seorang aktifis Maraspala Bangka Belitung lainnya, Heri (31).

Usai menerangkan seputar ulasan tentang sejarah pulau Kelapa, Eddie pun sempat berpesan khususnya bagi masyarakat yang memang berminat menikmati wisata alam pulau Kelapa agar bisa berkunjung ke pulau Kelapa cukup melalui kawasan pelabuhan Tanjung Gudang, Belinyu.

"Untuk bisa berkunjung ke pulau Kelapa ini pengunjung haruslah menggunakan sarana tranporstasi perahu mesin yang telah disediakan di lokasi depan kantor Polair lingkungan pelabuhan Tanjung Gudang Belinyu," pesannya.

Mengenai biaya transportasi untuk penyeberangan dari pelabuhan Tanjung Gudang, Belinyu menuju pulau Kelapa ditegaskanya pengunjung cukup membayar jasa angkutan perahu mesin sebesar Rp 25 ribu per orang.

"Perjalanan menyeberang ke pulau Kelapa tidak lebih dari 15 menit," katanya. (*)