Kanal

Kejari Pangkalpinang Periksa Pejabat dan Mantan Pejabat Pertamina

Seorang pejabat Pertamina Palembang, Safwan saat diwawancarai usai pemeriksaan oleh tim penyidik Pidsus Kejari Kota Pangkalpinang, Selasa (22/8/2017). - Bangkapos.com/Ryan Agusta

Laporan Wartawan Bangka Pos, Ryan A Prakasa

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Penyidik Pidana Khusus Kejaksaan Negeri Pangkalpinang memanggil enam mantan pejabat Pertamina Depo Pangkalbalam dan seorang pejabat Pertamina Palembang.

Para pejabat dan mantan pejabat tersebut dimintai keterangan terkait dugaan penyimpangan uang negara di instansi Pertamina Depo Pangkalbalam pada tahun anggaran 2011-2016.

Plt Kajari Pangkalpinang, Maiza Choirawan SH MH melalui Kasi Intel Kejari Kota Pangkalpinang, Hendi Arifin SH mengungkapkan enam mantan pejabat Pertamina Depo Pangkalbalam tersebut yakni, La, Ra, Mu, Ka, He dan Ab serta seorang pejabat Pertamina Palembang dipanggil pada Selasa (22/8/2017).

Sehari sebelumnya, Senin (21/8/2017), penyidik memanggil empat orang saksi dan tiga diantaranya mantan Kepala Depo (Head Operational) Pertamina Pangkalbalam masing-masing Ga, Mu dan An termasuk Sa mantan Supervisor Keuangan Pertamina Depo Pangkalbalam.

"Pemeriksaan pejabat Pertamina itu terkait dugaan penyimpangan keuangan di Pertamina Depo Pangkalbalam tahun anggaran 2011 hingga 2016," terang Hendi.

Hendi menyebut dalam kasus ini negara sementara dirugikan sebesar Rp 4,9 miliar.

"Kasus ini sekarang sudah naik ke tahap penyidikan. Dan rencananya sejumlah saksi lainnya akan kita periksa terkait kasus ini," tegas Hendi.

Soal modus penyimpangan keuangan tersebut, Hendi menjelaskan para oknum pegawai BUMN itu diduga melakukan kegiatan transaksi pembelian tiket perjalanan di biro perjalanan dan biaya penginapan di hotel secara fiktif.

Seorang pejabat Pertamina Palembang, Safwan saat diwawancarai bangkapos.com mengatakan kedatangannya bersama sejumlah mantan pejabat Pertamina ke Kejari Pangkalpinang, Selasa (22/8/2017) siang untuk menjalani pemeriksaan oleh tim penyidik Pidsus terkait dugaan penyelewengan keuangan travel expert (biaya perjalanan dinas) di Pertamina Depo Pangkalbalam.

"Pemeriksaannya terkait penggelapan keuangan travel expert di Pertamina Depo Pangkal Balam," kata Safwan usai menjalani pemeriksaan sore itu di gedung Kejari Pangkalpinang.

Safwan menjelaskan travel expert itu yakni semacam uang perjalanan dinas (ticketing) yang dibayar ke biro-biro perjalanan.

"Yang diperiksa itu soal pembayaran ticketing ke biro-biro perjalanan yang diduga fiktif gitu," kata Safwan sembari menyebut pemeriksaan oleh penyidik dilakukan sejak pukul 14.00 WIB hingga berakhir menjelang sore.

Ditanya seputar dugaan berapa besar total penyelewengan uang travel expert itu, Safwan enggan menjelaskan secara detil.

"Kalau masalah itu silakan tanya ke penyidik Kejari Kota Pangkalpinang," kata Safwan didampingi mantan pejabat Pertamina Depo Pangkalbalam, Ab. 

Penulis: ryan augusta
Editor: fitriadi
Sumber: bangkapos.com

Ini Sosok Lelaki yang Digerebek Bersama Angel Lelga, Ternyata Pemain Sinetron Raden Kian Santang

Berita Populer