Kanal

Mantan Supervisor Keuangan Pertamina Pangkal Balam Ditahan Kejari Pangkalpinang

Tampak SE (tersangka) menggunakan rompi merah berjalan menuruni tangga kantor Kejari Kota Pangkalpinang usai menjalani pemeriksaan singkat di Kejari Kota Pangkalpinang langsung digiring petugas keluar dari gedung Kejari Kota Pangkalpinang guna dititip ke rutan Tuatunu Kota Pangkalpinang. - bangkapos.com/Ryan A Prakasa

Laporan Wartawan Bangka Pos, Ryan A Prakasa

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Setelah sebelumnya, Kd (tersangka) mantan pegawai out sourching PT Pertamina Depo Pangkal Balam ditahan oleh pihak Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Pangkalpinang lantaran tersandung perkara kasus dugaan korupsi di tubuh PT Pertamina Depo Pangkal Balam.

Senin (4/9/2017) siang, pihak Kejari Kota Pangkalpinang kembali menahan seorang mantan pegawai perusahaan BUMN itu, yakni SE.

Sebelum ditahan tersangka SE, selaku Supervisor Keuangan PT Pertamina Pangkal Balam sempat menjalani pemeriksaan oleh tim penyidk Kejari Kota Pangkalpinang.

Selanjutnya usai menjalani pemeriksaan SE pun saat itu terlihat didampingi penasihat hukumnya siang langsung digiring ke mobil tahanan kejaksaan guna dititip di rumah tahanan (rutan) Tuatunu, Pangkalpinang.

Kasi Pidana Khusus (Pidsus) Kejari Kota Pangkalpinang, Samhori SH mengatakan SE ditahan lantaran ada dugaan keterlibatan yang bersangkutan (tersangka) dalam proses pencairan dana meski diketahui hal itu dilakukan secara tidak langsung.

"Peranan beliau itu (SE--red) karena jabatannya. Sepanjang dia menjalani pemeriksaan dia tidak banyak mengetahui tapi dia memberi ijin langsung kepada Kur rekannya dan itu secara di atutan di Pertamina justru tidak diperbolehkan," kata Samhori di hadapan wartawan di gedung Kejari Kota Pangkalpinang, Senin (4/9/2017).

Sebagaimana dalam berita sebelumnya disebutkan pihak Kejari Kota Pangkalpinang pun sempat pula memeriksa sedikitya 3 (tiga) orang mantan Kepala PT Pertamina Depo Pangkal Balam termasuk sejumlah pegawai Pertamina Depo Pangkal Balam lainnya.

Pihak Kejari Kota Pangkalpinang sendiri mengusut kasus ini lantaran diduga kuat adanya praktik penyimpangan uang negara yakni terkait dana tiket pesawat (ticketing) maupun anggaran atau biaya lainnya namun fiktip dari tahun anggaran (TA) 2011 hingga 2016, hingga negara diduga dirugikan mencapai angka Rp 4,9 milyar.

"Perhitungan sementara kerugian keuangan negara diduga mencapai angka sekitar Rp 4,9 milyar," kata Kasi Intelijen Kejari Kota Pangkalpinang, Hendi Arifin SH belum lama ini

Penulis: ryan augusta
Editor: edwardi
Sumber: bangkapos.com

Gubernur Tampar Suporter PSMS Medan hingga Videonya Viral, Beri Penjelasan di Instagram

Berita Populer