Astaga, Ranjang Penuh Cairan dan Berantakan, Ternyata Penghuni Beginian Selama 3 Minggu

BANGKAPOS.COM - Sebagai tamu yang baik, tentunya kita juga harus menjaga kebersihan ruangan yang kita sewa.

Baik itu kamar hotel, apartemen, atau hanya homestay.

Maka, perilaku seorang tamu apartemen di Prancis ini jangan sekali-kali kamu tiru.

Baca: Klik dan Unduh Nama Peserta CPNS Mahkamah Agung di Sini

Dilansir TribunTravel.com dari laman Daily Mail, seorang pemilik apartemen studio di Prancis, Laurie Syankowski (23), mendapati ruangannya berantakan.

Kamar terssbut penuh dengan kotoran, urin, dan sampah.

Hal ini terjadi setelah Laurie menyewakan apartemennya kepada seorang pria asal Canada lewat Airbnb selama tiga minggu.

Baca: Suami Nonton TV, Pria Paruh Baya Setubuhi Wanita Muda di Dalam Kamar, Modalnya Cuma Ini

Penampakan kamarnya yang mengerikan ini diposting ke media sosial.

Dari gambar tersebut tampak botol alkohol kosong, perabotan rusak, dan seprai kotor.

Akibat 'bencana' ini, Laurie kini mencari kompensasi atau ganti rugi.

Setelah penyewa tersebut menyebabkan kerusakan senilai 10.000 euro setelah tinggal selama tiga minggu.

Laurie juga mengatakan, flatnya sekarang penuh dengan serangga dan berbau sangat menyengat sehingga tidak bisa dihuni.

Laurie menyewakan apartemennya untuk mendapatkan uang ekstra.

Baca: Akhirnya, Ini 2 Link yang Bisa Akses Hasil Seleksi Administrasi CPNS Kemenkumham 2017

Menurut pengakuannya, Laurie memang tidak bertemu dengan pria Kanada yang menyewa apartemennya itu.

Namun tetangga mengatakan bahwa pria tersebut terlihat 'baik'.

Laurie menambahkan, ia mendapati pria tersebut mengalami alkoholisme dan depresi.

Dan sejak saat itu kasus ini diunggah ke Facebook untuk mendapatkan kompensasi dari Airbnb.

Setelah diberitahu oleh pihak bangunan apartemen, perkiraan kerusakan ini akan menghabiskan biaya sekitar 10.000 euro (sekitar Rp 158,4 juta) untuk diperbaiki.

Beberapa foto menunjukkan lantai yang melengkung, pintu depan macet dan kamar mandi yang rusak parah, dengan dudukan toilet di wastafel.

"Studio baru (saya) yang rapi dan nyaman telah berubah menjadi penuh dengan kotoran, urin dan botol-botol alkohol berantakan."

"Urin telah berceceran dari lantai hingga langit-langit, pintu masuk yang hampir tidak tertutup, tempat tidur yang penampakannya jadi lebih mirip toilet."

"Saya benar-benar terkejut saat kembali ke apartemen studio saya dalam keadaan seperti itu."

"Profil individu (yang menyewanya) tersebut tidak menunjukkan sesuatu yang mencurigakan, bahkan mendapat komentar positif dari host sebelumnya yang menerimanya."

"Biayanya sangat besar, pembersihan apartemen memerlukan intervensi profesional yang harus mengenakan desinfeksi dan pembuangan ekstra."

Menurut The Local, Airbnb mengatakan penyewa yang diduga menyebabkan kerusakan tersebut kini telah dilarang menggunakan aplikasi tersebut.

AirBnB mengatakan kepada France 3 television,

"Jenis pengalaman buruk ini sangat jarang terjadi."

Situs ini juga menambahkan keterangan, hanya 0,009 persen dari sekitar 30 juta flat yang disewa di situsnya tahun lalu yang mengalami kerusakan serius.

Laurie mengatakan kepada The Airbnb Lokal yang mulai menyelidiki klaimnya saat media Prancis mengumpulkan ceritanya.

Dia berkata,

"Mereka mengatakan akan mengirim seorang ahli (untuk mengevaluasi kerusakannya) dan saya masih menunggu."

Fitur "Host Guarantee" dari perusahaan Airbnb akan mengganti kerugian host (tuan rumah) hingga senilai 600.000 poundsterling (Rp 10,3 miliar).

Meski pihak pemilik akomodasi mendapat ganti rugi, tapi tetap saja sebagai penyewa yang baik, tidak seharusnya kita meninggalkan ruangan dalam keadaan mengerikan seperti ini. (TribunTravel.com, Rizkianingtyas Tiarasari)