Kejuaraan Dunia MXGP 2018 Jadi Rebutan, Gubernur Siapkan Rp 10 M

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Bangka Belitung ingin Motocross Grand Prix World Championship (MXGP) 2018 tetap digelar di bumi Serumpun Sebalai. Persiapan menyambut pergelaran ajang balap cros dunia itu akan dimulai.

MXGP adalah event balap motocross paling elit di dunia. Sama seperti MotoGP, event ini juga berada di bawah FIM (Fédération Internationale de Motocyclisme).

Pada Maret tahun 2017, Bangka sempat menggelar seri kedua ajang tersebut.

MXGP Pangkalpinang (Bangka Pos/Resha Juhari)

Gubernur Kepulauan Bangka Belitung, Erzaldi Rosman menyebut Pemprov akan mengucurkan dana sebesar Rp 10 miliar untuk menyukseskan even tersebut.

"MXGP kita mensuport 10 miliar kita hibahkan ke IMI," kata Erzaldi saat ditemui di Pangkalpinang, Jumat (22/9/2017).

Mantan Bupati Bangka Tengah itu menginginkan even internasional ini harus dipersiapkan dengan matang. Bahkan persiapan sudah dimulai dari sekarang.

"Saya kepengen betul EO (event organizer)-nya itu benar-benar paham, tahu detailnya. Dalam waktu dekat pemda akan menandatangi MoU, kalau dari Youthstream-nya sudah," ujarnya.

MXGP sempat digelar di Babel pada 4 dan 5 Maret lalu. Namun belakangan tersiar kabar pemindahan lokasi penyelenggaraan di Sumatera Selatan. Pemindahan itu seiring jadwal resmi yang dirilis Youthstream pada Juli lalu.

Situs IMI melansir MXGP 2018 rencananya digelar di Palembang, Sumsel pada 8 Juli 2018. Persiapan pun sudah dilakukan tuan rumah lewat beragam fasilitas pendukung bertaraf internasional.

"Untuk arena pertandingan tidak ada masalah, tinggal pakai saja beberapa hektare tanah di kawasan Jakabaring, lalu datangkan traktor untuk membuatnya menjadi lintasan motocross," kata Gubernur Sumsel, Alex Noerdin pada awal September lalu.

Alex mengatakan Pemprov Sumsel berencana membangun Sirkuit Motorcross di atas lahan milik Pemprov seluas 7 hektare yang berlokasi di kawasan Jakabaring Sport City, Palembang. Kawasan Jakabaring dipilih karena lahan sudah tersedia dan memiliki area parkir yang cukup luas.

Selain menyiapkan MXGP, Sumatera Selatan juga terus bergerak mencari investor untuk menyelenggarakan ajang balap motor paling bergengsi MotoGP di Palembang pada 2018, setelah Asian Games.

Menurutnya, sejumlah investor sudah menyatakan ketertarikan untuk menanamkan modal pada bisnis ajang olahraga tersebut, namun ada juga beberapa yang menarik diri.

"Sumsel sedang fight supaya MotoGP ini tidak lepas. Ini luar biasa berat, apalagi Sumsel sudah dikejar tengat waktu. Tapi tidak masalah, kami biasa kerja yang mepet-mepet begini," kata Alex.

MXGP (Bangka Pos/Resha Juhari)

Diundur
Berselang beberapa hari dari pernyataan Alex Noerdin, Staf Khusus Gubernur Sumsel I Gede Bagus Suryanegara menyampaikan kabar penundaan MXGP 2018 di Palembang. Alasannya, arena balap berada di satu kawasan dengan tempat pertandingan Asian Games XVIII. Sementara Dewan Olimpiade Asia (OCA) mengharuskan pemerintah mensterilkan kawasan Jakabaring Sport City terhitung enam bulan sebelum pelaksanaan.

"Karena kepentingan yang lebih besar, Sumsel terpaksa merelakan ajang MXGP ditunda hingga 2019. Padahal awalnya ajang ini diharapkan menjadi promosi Asian Games dan sekaligus memperkenalkan Jakabaring Sport City," kata Surya, Jumat (8/9).

Ia mengatakan pemprov telah berjuang maksimal agar ajang otomotif kelas dunia tetap terlaksana namun keputusan OCA ini tidak bisa ditawar terkait sterilisasi kawasan.

"Pada 5 September 2017 sudah diputuskan bahwa MXGP Palembang ditunda hingga 2019," kata dia.

Ia menjelaskan jika ingin menjadi tuan rumah MXGP maka Sumsel harus membangun sirkuit motorcross dengan panjang 1,8 kilometer. Areal yang diproyeksikan ternyata berkontur rawa yang membutuhkan waktu 3-4 bulan untuk pematangan lahan seluas 10 hektare.

"Dalam masa itu, sudah barang tentu akan banyak truk pengangkut pasir dan tanah yang akan melintas, ini yang tidak diperbolehkan OCA karena sejak Oktober 2017 sudah ada tes event cabang olahraga," kata dia.

Sementara itu, staf pribadi Gubernur Sumatera Selatan yang sekaligus inisiator Sumsel sebagai tuan rumah MXGP Riduan Tumenggung mengaransi MXGP ini akan tetap digelar di Palembang pada 2019 karena perusahaan otoritas MXGP Indonesia, PT Arena Sirkuit Indonesia telah membuat keputusan.

"Karena Sumsel tidak bisa maka MXGP tahun ini akan dialihkan ke daerah lain, sudah ada enam provinsi di Jawa yang berminat. Sementara untuk tahu 2019 tidak akan ditawarkan lagi karena sudah menjadi milik Sumsel," kata Riduan.

Sumatera Selatan membidik sejumlah ajang olahraga kelas dunia karena memiliki kawasan olahraga bertaraf internasional Jakabaring Sport City. Meski batal menggelar MXGP, Sumsel dipastikan menjadi tuan rumah MotoGP pada November 2018, atau dua bulan sebelum Asian Games. (o2/ant)

Target 5.000 Wisatawan

PAGELARAN MXGP 2018 diharapkan mendulang wisatawan. Gubernur Kepulauan Bangka Belitung Erzaldi Rosman menyebut pihaknya menargetkan kedatangan sekitar 5.000 wisatawan pada event tersebut.

"Kemarin saja 3.000 wisatawan, Insya Allah tahun depan 5.000 yang datang. Saya minta kebut pembangunan Swissbell, condotel," ujarnya.

Selain hotel, Erzaldi juga meminta masyarakat untuk menyiapkan home stay, untuk menampung para wisatawan yang diprediksikannya tidak hanya tinggal 1 hari lantaran pertandingan digelar malam hari.

"Kita memang ada target 1.000 homestay tapi saya rasa enggak keburu, dan home stay ini kebanyakan di Belitung dan Bangka Selatan, kalau Pangkalpinang, Bangka dan Bangka Tengah ini paling 300-an, mudah-mudahan bisa tercover semua," tambahnya.

Event-event internasional ini diyakini dapat menggerakkan perekonomian masyarakat, namun dirinya belum dapat menghitung detail berapa perputaran uang yang akan terjadi selama event itu berlangsung.

"Pemerintah emang enggak dapat apa-apa selain Babel dikenal dunia, tapi masyarakat kita akan dapat langsung orang datang kes ini kan belanja, beli kue, kerupuk. Selama ini kan kita hanya nyuruh mereka bikin, event-event seperti inilah yang akan menjadi pasar mereka bisa dibeli orang asing dan dari provinsi lain," katanya.

Kendati demikian, ia juga mengingatkan masyarakat untuk tetap menjaga sikap selama menyambut tamu wisatawan dalam perhelatan ini.

"Ini kan semakin terbuka orang datang ke Babel, masyarakat juga harus siap menerima tamu, jaga sopan santun, kebersihan, keramahan, dan kuat iman ini kan banyak bule yang datang, jangan sampai kelak pemerintah lah disalah pula," ucapnya.

Dibeberkannya, tidak hanya MXGP saja event internasional yang akan digelar di Babel tahun depan.

"Kita akan fokus ke sport tourism, karena sport tourism ini bisa datangkan wisatawan, kalau hanya event biasa kan di tempat lain ada, tapi kalau sport tourism minimal yang bertanding akan bawa keluarga untuk datang," tutupnya. (o2)