Anggaran Pembangunan Kandang Sapi Rp 5 Miliar Sudah Disediakan DPRD

Laporan Wartawan Bangka Pos, Anthoni Ramli

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Tahapan demi tahapan kerjasama penggemukan dan pembibitan sapi yang digagas Pemkab Babar dan Pemprov DKI Jakarta, sempat berjalan alot.

Bahkan DPRD Kabupaten Bangka BaratĀ  sempat melayangkan surat kepada Bupati Bangka Barat H Parhan Ali, agar tidak melakukan MoU penggemukan dan pembibitan dengan Ahok karena dinilai cacat hukum.

Selain itu, DPRD Kabupaten Bangka Barat meminta adanya studi kelayakan kerjasama penggemukan dan pembibitan sapi yang digagas pemkab Babar.

Study kelayakan ini, dimaksudkan agar wacana yang digagas pemkab Babar itu, memberikan hasil dan dampak positif bagi masyarakat Bumi sejiran setason. Namun disisi lain, pemprov DKI jakarta menyebut tidak perlu adanya study kelayakan dalam wacana tersebut. KecualiĀ  memasuki tahap penganggaran.

Saking alotnya, pihak Eksekutif dan Legilatif sempat membawa argumen dan pendapatnya tersebut ke Kemendagri. Namun seiring berjalannya waktu, perbedaan pendapat itu perlahan melunak. Bahkan saat ini DPRD Kabupaten bangka Barat merealisasikan. Namun seiring berjalan waktu, tahapan tersebut mulai melunak.

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Bangka Barat, Azmal AZ mengatakan study kelayakan program penggemukan dan pembibitan sapi tersebut telah rampung dibahas.

begitupula dengan anggaran pembangunan kandang yang diajukan pihaknya sebesar Rp 5 M telah disetujui DPRD.

" Kalau study kelayakan sudah kelar dan tidak adalagi kendala, begitupula dengan anggaran pembangunan kandang sebesar 5 M sudah disetujui DPRD," kata Azmal, Rabu (27/9/2017).