Konsultan Sebut Prospek Penggemukan dan Pembibitan Sapi Menjanjikan

Laporan Wartawan Bangka Pos, Anthoni Ramli

BANGKAPOS.COM, BANGKA --  Program Penggemukan dan Pembibitan sapi antara Pemkab Babar dan Pemprov DKI Jakarta dinilai layak dan menjanjikan setelah dihitung secara mendetail dari aspek finansial.

Aset yang akan ditinggalkan pasca program kerjasama tersebut sebesar kurang lebih Rp 43 milyar.

Hal ini diungkapkan konsultan  PT. Sinergi Visi Utama Yogyakarta Suparmono dalam studi kelayakan penggemukan dan pembibitan sapi yang digelar di ruang rapat OR 2 Kantor Bupati Bangka Barat, Selasa (26/9/17) kemarin.

" Dari aspek finansial, kami sudah menghitung secara detail bahwa usaha ini layak, dan pilihan skema terbaik adalah dalam hal ini harus ada penggemukan dan pembibitan. Setelah kerjasama ini selesai, ada asset yang bisa dimanfaatkan oleh Pemerintah Kabupaten Bangka Barat sebesar Rp 43 milyar dalam bentuk fasilitas dan sapi yang telah selesai dikerjasamakan," bebernya.

Suparmono mengatakan lahan yang akan digunakan harus clean dan clear dalam arti bebas dari segala permasalahan.  

" Esensinya bahwa lahan itu harus clean dan clear karena masyarakat menuntut ganti rugi itu, pemerintah harus punya alasan untuk mengeluarkan uang. Karena kalau tidak akan menjadi temuan. Mungkin mereka tidak punya hak, kemudian meminta ganti rugi,pemerintah kesulitan itu mau dibayar dari mana," tegasnya.