Corby, Bayi Prematur Berjuang dengan Kondisi Organ di Luar Perut. Begini Kondisinya Sekarang

BANGKAPOS.COM--Melihat senyum lebar di wajah Crosby Gebura, tampak bahwa batita ini memiliki semangat kehidupan yang membuatnya tetap bertahan sampai detik ini.

Diketahui Crosby menghabiskan waktu 19 bulan pertama hidupnya di rumah sakit sebagai pasien unit perawatan intensif neonatal terpanjang dalam sejarah Cleveland Clinic Children's.

Lahir tiga bulan lebih awal, Crosby yang lahir prematur tiba di dunia dengan kondisi cacat lahir langka yang meninggalkan beberapa organ tubuhnya di luar perutnya.

Sudah banyak operasi yang dilaluinya, hingga Crosby akhirnya diperbolehkan pulang, merayakan ulang tahunnya yang kedua dan belajar menjadi anak yang ‘istimewa’.

Banyak orang mengatakan bahwa bayi Crosby adalah bayi keajaiban.

Sang ayah Justin Gebura, 34 tahun menuturkan, di satu sisi ia menemukan kegembiraan menjadi orangtua dan mencoba untuk tidak khawatir dengan kondisi kesehatan sang anak.

Perjalanan medis yang panjang dimulai pada musim semi tahun 2015.

Kehamilan Courtney telah berkembang dengan normal saat USG pada usia kehamilan 12 minggu menunjukkan janin memiliki omphalocele, cacat dinding perut yang memengaruhi satu dari setiap 5.386 bayi yang lahir di AS, menurut Centers for Disease Control and Prevention.

Courtney diharapkan untuk menjalani masa kehamilan penuh, namun tiba-tiba ia harus melahirkan di saat 28 minggu kehamilannya.

Setelah beberapa hari istirahat di tempat tidur untuk mencoba memberi bayi waktu sebanyak mungkin untuk berkembang, ia melahirkan bayi laki-laki pada tanggal 21 September 2015 dengan berat berkisar 1.14 kilogram.

"Dia bergerak, dia menendang, dia penuh semangat sejak hari pertama, yang pasti akan membantu kita dalam perjalanan panjang itu," kenang Justin.

Seperti yang diharapkan, organ hati dan bagian ususnya berada di luar perutnya, ditutupi lapisan tipis tali pusar, menurut Dr. Ricardo Rodriguez, seorang ahli neonatologi di Cleveland Clinic Children's.

Operasi yang dilakukan akan memperbaiki cacat, tapi dokter harus menunggu sampai Crosby tumbuh lebih besar sedikit.

Kemudian bayi Crosby harus dirawat inap di NICU pada malam itu. Seminggu kemudian, kondisinya tiba-tiba memburuk.

"Menjadi prematur dengan sendirinya adalah situasi yang sangat berisiko tinggi dan sayangnya Crosby mengalami komplikasi," kata Dr. Ricardo.

Crosby mengalami perdarahan paru, atau perdarahan internal utama dari paru-paru. Ia mengalami gangguan pernapasan dan jantung, dan membutuhkan penekanan dada agar bisa menghidupkan kembali nyawanya.

Dengan bayi sekecil ini, dokter dengan lembut melakukan penekanan dada dengan satu jari. Situasinya sangat mengerikan, sehingga Courtney mengirim SMS kepada Justin, yang sedang bekerja, "Cepatlah datang, kami tidak tahu apakah dia (Crosby) akan berhasil."

Akhirnya sang suami sampai di sana pada waktunya untuk melihat bayinya bernapas lagi, "Itu sangat menakutkan," kenangnya.

Crosby pun bergantung pada ventilator khusus untuk membuatnya tetap hidup karena kondisinya sering mengalami kemunduran.

Pada usia 2 minggu, Crosby membutuhkan transfusi darah. Tepat setelah berusia 1 tahun, ia menderita paru-paru yang sebagian mengalami kerusakan. Ada masalah pencernaan yang disertai pilek.

Ada banyak kasus di mana Dr. Ricardo mengira bayi tersebut tidak mau melakukannya, tapi Crosby bertahan.

"Dia adalah seorang pejuang, maksud saya, anak itu sungguh menakjubkan. Dia ingin hidup dan dia tidak akan menyerah, dan kami juga tidak akan menyerah," tambah Dr. Ricardo.

Akhirnya, Crosby mulai membaik. Ia mulai bernapas sendiri dengan menggunakan organ tubuhnya yang kini berada di dalam tubuhnya, dan telah kembali ke rumah pada bulan Mei.

Crosby berusia 2 tahun

Empat bulan kemudian, ia bisa merangkak dan berjalan, dan mencapai tonggak perkembangan normal.

Perjuangannya selama ini telah dilaluinya dengan baik, meskipun ia masih menggunakan oksigen dan perlahan menyesuaikan diri dengan makan melalui mulut. (*)