Kanal

Periksa Kehamilan, Sekolah Dinilai Langgar HAM

- Ist

Laporan Wartawan Bangka Pos, Nurhayati

BANGKAPOS.COM,BANGKA--Ketua LSM Nur Dewi Lestari Kabupaten Bangka Nurmala Dewi Hernawati menyatakan sekolah tidak berhak melakukan pemeriksa kehamilan pelajar perempuan terkait dengan insiden seorang satu siswi SMA di Belinyu yang melahirkan di WC sekolah.

Menurutnya yang berhak melakukan pemeriksaan kehamilan hanya dokter dan bidan itupun berdasarkan laporan orang tuanya.

"Kalau pihak sekolah sampai melakukan periksa kehamilan itu melanggar HAM, anak-anak harus dilindungi dan dihindarkan dari fitnah. Anak sekolah sampai hamil atau melahirkan sendiri itu di awali kesalahan dari orang tuanya. Anak tersebut yang pasti tidak dapat perhatian, kasih sayang dan komunikasi. Buktinya anaknya hamil sampai lahir ortunya nggak tahu kalau anaknya hamil," sesal aktivis perempuan dan anak ini kepada bangkapos.com, Selasa (3/10/2017) kepada bangkapos.com.

Dijelaskannya, seharusnya ibu saat pertama kali putrinya haid catat tanggalnya, bulan depan pas tanggalnya dilihat haid tidak kalau tidak tanya anaknya kenapa bulan ini tidak haid.

Jika si anak bilang sakit bawa ke rumah sakit atau dokter ahli kandungan, jangan di biarkan.

Dewi mengatakan, harus ada komunikasi terus antara orang tua dengan anaknya dan ditanya siapa teman mainnya.

"Jangan biarkan anak keluar malam kalau ada perlu antar bukan dibiarkan anak perempuan begadang, sudah magrib anak nggak terlihat ortu cuek saja nggak peduli, tapi ayam sudah magrib nggak kelihatan di kandang satu RT dia cari," sesal Dewi.

Padahal anak juga butuh kasih sayang pelukan dan pujian dari ortu, tetapi tidak pernah anak dapatkan.

Jadinya anak tersebut cari kasih sayang di luar, tetapi dapat teman yang salah akhirnya hamil.

Halaman
12
Penulis: nurhayati
Editor: Iwan Satriawan
Sumber: bangkapos.com

Video Viral Polisi Sempatkan Diri Beribadah ketika Bertugas di Belakang Suporter Bola

Berita Populer