4 Fakta Ketua KPK Dilaporkan ke Polisi, Ini Sosok Pelapor dan Bukti-buktinya

BANGKAPOS.COM, JAKARTA - Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Agus Rahardjo dilaporkan di Badan Reserse Kriminal (Bareskrim), Senin (3/10/2017) kemarin.

Agus dilaporkan ke polisi dengan tuduhan telah melakukan tindak pidana korupsi.

Berikut ini fakta-fakta yang TribunWow.com dapatkan terkait hal ini.

Siswa Aniaya Gurunya di Depan Kelas, yang Dilakukan Teman-tamannya Tambah Bikin Geram

1. Pernyataan polisi

Kepala Divisi Humas Polri, Irjen Pol Setyo Wasisto membenarkan adanya laporan terhadap ketua KPK.

"Betul, kemarin ada seorang lelaki yang melapor ke Bareskrim Polri dimana yang dilaporkan banyak hal termasuk salah satunya Ketua KPK," ujarnya, Selasa (3/10/2017), dilansir dari Tribunnews.com.

Hanya saja Setyo tidak menjelaskan lebih banyak terkait laporan tersebut.

2. Bukti yang ditunjukkan pelapor

Meskipun menurut Setyo bukti yang diberikan sebagai data masih sangat singkat dan belum cukup, namun pelopor bisa memberikan bukti awal laporannya sehingga tidak disebut fitnah.

"Laporan masih sumir, saya tidak bisa menyampaikan itu. Substansi laporannya harus didukung data-data," tambah Setyo.

Kepolisian pun akan melakukan penyidikan untuk melengkapi data tersebut.

TribunWow.com pun mendapatkan gambar surat permohonan pelaporan atas nama Madun Hariyadi.

Pada surat itu tertulis adanya dugaan tindak pidana korupsi dalam pengadaan 7 poin ini.

IT kurang lebih senilai Rp7,8 miliar Radio Trunking senilai Rp37,7 miliar Jasa W6 dan W5 mesin induk MTU beserta suku cadangnya senilai Rp39 miliar Pembangunan ISS dan BAS gedung baru KPK APBN tahun 2016 senilai Rp25 miliar Pembangunan IT security system gedung baru KPK APBN tahun 2016 senilai Rp14,7 miliar Perangkat system layanan berbasis lokasi APBN tahun 2016 senilai Rp14 miliar Pembangunan jaringan infrastuktur eksternal APBN tahun 2016 senilai Rp14 miliar.

Surat pelaporan atas ketua KPK (IST) 

Selain Agus Raharjo, Madun juga melaporkan pejabat pembuat komitmen (PPK) dan perusahaan pemenang tender.

3. Identitas pelapor

Pada surat tersebut tertulis nama pelapor bernama Madun Hariyadi.

Madun merupakan pria kelahiran Jombang yang berdomisili di Jalan Buni Wijaya Kusuma, Munjul, Cipayung, Jakarta Timur.

Dilansir dari akun Facebook pria berusia 41 tahun inilah orangnya.

Madun (FACEBOOK)

4. Rekam jejak pelapor

Setelah TribunWow.com terlusuri nama Madun ini tidak asing lagi dengan yang namanya KPK.

Melansir pemberitaan Kompas.com pada Januari 2015, nama Madun disebut-sebut menjadi saksi kunci pada sidang praperadilan terhadap kasus yang melibatkan Budi Gunawan.

Kuasa hukum Komisaris Jendral Budi Gunawan, Fredrich Yunardi pada saat itu mengatakan jika Madun memiliki banyak informasi terkait rekam jejak para pejabat tinggi di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Menurut Fredrich, Madun mampu membuktikan kasus hukum yang melibatkan petinggi KPK.

Lanjutnya, Madun ditangkap polisi pada 1 Oktober 2014 lalu dengan tuduhan penipuan terhadap pelapor, yang juga salah satu Deputi pada Kementerian Pembangunan Daerah Tertinggal (PDT).

Selain itu, Madun juga dituduh melakukan penipuan, dengan mengaku sebagai penyidik KPK.

Hingga berita ini ditayangkan belum ada informasi lebih lanjut ataupun tanggapan dari ketua KPK langsung.(TribunWow.com/Tinwarotul Fatonah)

Tags