Bakti Kepada Orangtua, Profesor Hui Ming Mengajar dan Membawa Ibunya ke Kelas

BANGKAPOS.COM--Seorang profesor di Cina yang membawa ibunya, penderita Alzheimer berusia 85 tahun, mengajar, menarik banyak pujian dari mahasiswanya yang mengunggah foto-foto di media sosial.

Ibu profesor Hu Ming terkadang terlihat tertidur atau melihat ke depan ke arah putranya, pengajar ekonomi di Universitas Guizhou, lapor Beijing Youth Daily baru-baru ini.

Hu Ming mengatakan sejak kematian ayahnya pada 2010, gejala Alzheimer ibunya kambuh lagi dan ia hanya dapat mengingat dirinya dan tak mengenal putri-putri lainnya.

Hu Ming membawa ibunya mengajar sejak empat tahun lalu karena, "Ia tidak dapat melakukan apapun tanpa saya, dan saya lebih tenang mengajar, bila bisa melihat langsung ibu saya."

Unggahan tentang Hu Ming yang berusia 58 tahun, pertama muncul pada 2016 namun baru diangkat oleh Beijing Youth Daily Jumat (22/09) lalu, dengan lebih dari 9.000 komentar dan dibagikan lebih 7.000 kali di media sosial Cina, Sina Weibo.

Pengguna Weibo memuji Hu Ming sebagai anak yang berbakti pada orang tua dan juga guru yang hebat, tak hanya dalam bidang ekonomi namun juga dalam kehidupan.

'Bakti kepada orang tua'

Profesor Hu Ming mengajar dan membawa ibunya ke kelas (weibo)

"Ia adalah model bagi guru lain," kata salah seorang pengguna yang unggahannya disukai 14.000 orang.

Pengguna lain menyebut Hu Ming memberikan "pelajaran terbaik" kepada para mahasiswa.

"(Membawa ibu) tidak mempengaruhi kelas atau para mahasiswa. Langkahnya sangat baik dan bertanggung jawab dan juga menunjukkan bakti anak kepada orang tua," kata pengguna Weibo lain.

Hu Ming sendiri mengatakan kepada media Cina bahwa ibunya "sangat tertib" selama ia mengajar dan para mahasiswanya menyambut ibunya.

Menjawab pertanyaan wartawan apakah ia akan mencari pengasuh untuk ibunya, Hu Min mengatakan "ia yang akan selalu menjaga ibunya."

Pengguna Weibo lain mengatakan, "Saya datang ke kelas dan ada ibu tua di belakang saya. Pada awalnya saya bingung tapi baru tahu bahwa beliau adalah ibu dosen dan dia dibawa karena ia tidak bisa meninggalkan ibunya. Tindakan terpuji. Saya sangat tersentuh."

Pihak universitas sendiri tidak mendukung dan juga tidak menentang namun menyatakan dapat mengerti tindakan Hu Ming.

"Sepanjang ini tak mengganggu kuliah, pihak universitas akan membantu Hu. Namun dari sisi mahasiswa, tentu kami tak mendukung karena ini adalah kelas yang memiliki sistem sendiri. Namun dari sudut pandang guru, kami tak keberatan karena Hu tak punya pilihan lain," kata seorang dosen seperti dikutip Beijing Youth Daily.

Kriteria utama pada Dinasti Han: Bakti orang tua
Berdasarkan penelitian di jurnal the Lancet pada 2010, Cina memiliki angka cukup tinggi untuk orang lanjut usia dengan Alzheimer.

New Scientist melaporkan pada "2033, diperkirakan warga kelas pekerja akan jauh berkurang jumlahnya oleh warga lanjut usia."

Menghargai orang tua, orang lanjut usia dan nenek moyang dianggap sebagai kunci utama dalam masyarakat dan budaya Cina dan sering menjadi bahan perdebatan di media sosial.

Konsep ini bermula pada tahun 400 SM dan merupakan elemen utama Konfusius, seperti yang digambarkan dalam karya awal filsuf terkenal Cina.

Bakti kepada orang tua merupakan kriteria utama pemilihan pegawai negeri pada zaman Dinasti Han dari tahun 206 SM sampai tahun 220.