Begini Kronologi Kecelakaan Kerja di Kolong Tambang Desa Mempayak yang Menewaskan 2 Orang

Laporan Wartawan Pos Belitung, Dedy Qurniawan

BANGKAPOS.COM, BELITUNG - Adul, rekan dua korban laka kerja di kawasan tambang, Desa Mempayak, Beltim, menuturkan ada lima pekerja yang sedang menambang di lokasi tambang kawasan Aik Munti, Desa Mempayak, Kecamatan Damar, Beltim, Kamis (5/10/2017) siang.

Informasi yang dihimpun Pos Belitung, mereka bekerja dari pagi di lokas tambang milik Atak Al Akli Amar, Warga Perawas, Kecamatan Tanjungpandan itu.

"Di situ ada lima pekerja," kata Adul di Gedung Pemulasaran Jenazah, RSUD Beltim.

Kejadian itu bermula saat Rosdi bersama dua rekan lainnya berada di dalam kolong. Rosdi dan Saefuloh sedang menyemprot tanah di lokasi pukul 14.00 WIB sementara satu rekan lainnya sedang menahan tanah menggunakan kayu agar tidak longsor.

Saat itulah tiba-tiba tanah longsor dan menimpa Rosdi dan rekannya, Saefulloh. "Kondisi tanah tersebut, nayu, jadi rawan longsor. Itu tanah hidup," ujar Adul.

Rekan mereka satunya, bernama Mandra berhasil menghindar dan menyelamatkan diri lalu melaporkan kepada dua pekerja lain yang tengah tak berada di dalam kolong. Bersama Mandra, merekapun melakukan evakuasi secara manual menggunakan mesin semprot.

"Satunya ketemu sekitar jam 16.00, yang satunya agak lama sekitar jam 17.00 lah. Lubang itu kedalaman sekitar 6 meter. Satunya tertimbun di kedalaman setengah meter, yang satunya lagi kurang tahu saya," beber Adul.

Menurut Adul, Saefuloh baru bekerja di kolong maut tersebut sekitar tiga hari. Sementara Rosdi telah bekerja sekitar seminggu.

"Kolong itu baru satu minggu," ujarnya.