Dua Ibu Rumah Tangga Cakar-cakaran, Satu Orang Luka di Leher Besoknya Meninggal

BANGKAPOS.COM - Hidup bertetangga seharusnya saling rukun.

Tetangga, adalah saudara terdekat saat membutuhkan pertolongan.

Jika ada yang sakit mendadak, tentunya tetangga yang pertama kali datang untuk membantu.

Makanya, silaturahmi sangat dianjurkan untuk merawat keharmonisan di tengah masyarakat.

Saling menghormati dan menghargai satu sama lain adalah kuncinya.

Kesalahan kecil tak perlu dibesar-besarkan.

Bila ada masalah selesaikan dengan cara kekeluargaan.

Cara seperti itu akan membuat hubungan antartetangga tetap akur.

Baca: HUT ke-72 TNI, Ini Deretan Tentara Cantik yang Tak Kalah dari Selebriti, No 4 Bikin Adem

Jangan mengandalkan emosi dan ego yang berlebihan.

Bila ada yang terluka atau meninggal dunia karena perkelahian antartetangga, sesal tiada guna.

Kondisi ini yang dialami dua ibu rumah tangga yang bertetangga.

Entah apa penyebab utamanya sehingga mereka rela bercakar-cakaran.

Ditonton warga dan anak-anak mereka, keduanya berkelahi tanpa malu.

Tak ada yang mau mengalah sampai akhirnya dilerai.

Namun, petaka datang pada hari berikutnya.

Baca: Ustaz Arifin Ilham Punya Istri Ketiga, Istri Pertama Posting Ini, Masya Allah Sabar Sekali

Salah satu ibu rumah tangga masuk rumah sakit.

Lalu, tidak lama kemudian meninggal dunia.

Keluarga korban menuding, meninggalnya saudara mereka karena perkelahian dengan tetangga.

Masalah semakin tambah runyam, sebelumnya antara ibu-ibu sekarang melebar antarkeluarga besar.

Semoga, pertikaian tersebut dapat segera diselesaikan.

Berikut kisahnya yang dikutip dari kompas.com:

Nurminati Daeng Kenna, seorang ibu rumah tangga (IRT) di Jalan Pramuka, Kelurahan Sompu, Kecamatan Pattalassang, Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan, berkelahi dengan tetangganya sesama perempuan, MK, Selasa (3/10/2017) lalu.

Nurminati tewas pada Rabu (4/10/2017) pukul 13.00 Wita.

Dia sempat menjalani perawatan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Padjonga Daeng Ngalle.

Baca: Suami Tak Berdaya Lihat Istri Dipaksa Pria Ini Berhubungan Intim di Pondok, Kejadian Selanjutnya

Sebelumnya pada Selasa pukul 16.00 Wita, korban terlibat berkelahi dengan tetangganya, MK. 

Sejumlah kerabat histeris di hadapan jenazah Nurmianti Daeng Kenna yang tewas setelah terlibat cekcok dan saling cakar dengan tetangganya, Rabu (4/10/2017). (KOMPAS.com / ABDUL HAQ)

Perkelahian antara IRT ini dipicu masalah sepele, korban tersinggung setelah MK menutup pintu rumahnya.

"Awalnya keduanya memberi makan anak-anaknya di teras rumahnya masing-masing dan pelaku menutup pintu rumahnya

dengan suara yang keras sehingga korban tersinggung," kata Bripka Syamsuddin Jarre, kepala Unit Reserse dan Kriminal (Kanit

Reskrim) Polres Takalar yang dikonfirmasi, Rabu.

Cekcok mulut antara pelaku pun berujung pertengkaran fisik.

Nurminati menderita luka cakar di wajah dan leher.

Korban kemudian melaporkan peristiwa ini ke pihak kepolisian dan sempat menjalani visum.

Namun, berselang beberapa jam, kemudian korban mengalami sesak nafas dan dilarikan ke rumah sakit hingga akhirnya meninggal dunia.

"Kemarin waktu berkelahi saya yang lerai sama suaminya (suami pelaku) dan bawa ke rumah sakit," kata Daeng Sanga, mertua korban.

Keluarga Nurminati yang mendengar bahwa korban tewas marah dan merusak rumah pelaku.

Beruntung, aparat kepolisian segera tiba di lokasi dan menghalau massa agar tidak bertindak anarkistis.

"Keluarga korban mengaitkan bahwa kematian korban terkait denganperkelahian dengan tetangganya sehingga melakukan

perusakan rumah pelaku," kata Bripka Syamsuddin Jarre.

Sementara keberadaan MK saat ini tidak diketahui dan masih dikejar aparat kepolisian.

Sejumlah polisi saat ini masih melakukan penjagaan di sekitar lokasi untuk mengantisipasi kejadian yang tidak diinginkan.

Berita ini sudah tayang di kompas.com dengan judul: Gara-gara Pintu Ditutup Keras, 2 Ibu Bertetangga Duel dan 1 Orang Tewas