Kebanyakan Duduk Sama Bahayanya dengan Pecandu Rokok, Ini Saran Pakar

BANGKAPOS.COM - Gaya hidup yang tidak sehat, misalnya kebanyakan duduk dan kurang bergerak, dapat berakibat fatal. Para pakar bahkan menyebut kebanyakan duduk sama berbahayanya dengan menjadi pecandu rokok bagi kesehatan.

Hitunglah berapa banyak Anda duduk dalam sehari. Biasanya lebih dari 10 jam waktu kita sehari-hari dilakukan untuk duduk. Bekerja, menonton televisi, ngobrol dengan teman, sampai perjalanan ke kantor pun dilakukan dengan duduk. Bahkan, kalau perlu kita pun lebih memilih olahraga sambil duduk.

Kebanyakan duduk membuat sirkulasi darah tidak lancar, pemecahan lemak lebih lambat, dan juga otot terasa pegal, kaku dan kram. Efek buruk kebanyakan duduk pada kesehatan memang baru terlihat dalam jangka panjang.

Para peneliti memasang alat pelacak kebugaran pada 8.000 orang paruh baya dan memantau pergerakan mereka selama empat tahun—di mana setiap orang memakai sebuah pelacak setidaknya empat hari dalam sepekan. Setiap kematian terpantau dari tahun 2009-2015.

Rata-rata para peserta kurang aktif bergerak selama 12 jam dari 16 jam waktu yang mereka miliki setelah bangun tidur. Nah, mereka yang tidak aktif selama 13 jam dalam sehari lebih beresiko berumur lebih pendek gara-gara penyakit yang terkait dengan kebanyakan duduk. Misalnya saja diabetes, penyakit jantung, atau pun hipertensi.

Kabar baiknya, orang yang setiap setengah jam sekali bergerak memiliki resiko kematian lebih rendah.

Peneliti mengatakan, menggerakan tubuh setiap setengah jam dapat membantu mengurangi kerusakan yang diakibatkan kebiasaan banyak duduk yang dilakukan sepanjang hari.