Pekerja Pabrik Jatuh ke Dalam Bak Merebus Buah Sawit yang Sedang Mengepul, Begini Kondisinya

Laporan Wartawan Bangka Pos, Riyadi

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Pekerja pabrik kelapa sawit PT Leidong West Mill (LWM, dari Sinar Mas Grup), Alili (30) warga Desa Terentang Kecamatan Kelapa, Kamis (5/10) menghembuskan nafas terakhirnya, setelah dua minggu menjalani perawatan medis di rumah sakit di Pangkalpinang.

Alili menderita luka serius, karena kulit sekujur tubuhnya mulai ujung kaki hingga leher, terkelupas dan hancur akibat terjatuh ke dalam ketel besar berisi air panas untuk perebusan tandan buah segar (TBS) di pabrik tersebut, 19 September lalu.

Kades Terentang Zulkarnain mengungkapkan, peristiwa yang dialami Alili terjadi sekitar dua minggu lalu, saat bekerja di pabrik di Leidong West Mill.

"Menurut keterangan yang kami terima, Alili waktu itu terpeleset dan jatuh ke dalam bak (ketel) yang digunakan untuk merebus buah sawit. Paham sendiri lah, kalau sampai kecebur ke bak perebusan itu, bukan dak panas airnya," ungkap Zulkarnain kepada bangkapos.com Kamis (5/10).

Alili meninggal di rumah sakit di Pangkalpinang, Kamis (5/10), setelah di rawat sekitar dua minggu lamanya.

Terkait peristiwa itu, Zulkarnain juga sudah memberitahu ke pihak perusahaan, agar bertanggungjawab penuh atas musibah (kecelakaan kerja) yang dialami pekerjanya, Alili.

Kapolsek Kelapa Iptu Mulya Sugiharto mengatakan, mengenai peristiwa (di pabrik di Leidong West Mill), saat ini masih dalam proses penyelidikan.

"Sejak peristiwa itu terjadi, pihak perusahaan juga tidak melaorkannya ke polsek, sebelumnya kan pernah terjadi juga, tapi nggak pernah dilaporkan. Kami sekarang sedang melakukan penyelidikan," ujar Mulya.

Manager Pabrik Kelapa Sawit PT Leidong West Mill, Wahyu mengatakan, bisa terjadi peristiwa itu karena ada pompa yang tersumbat, sehingga harus di sogok, tapi saat perbaikan itu pipa mendadak patah dan pekerja (Alili) terus jatuh.

Wahyu mengaku sudah menyampaikan laporan peristiwa itu secara lisan ke pihak kepolisian. Hal itu disampaikan setelah dihubungi pihak kepolisian setempat (Polsek Kelapa).