Bisnis Hotel di Pangkalpinang Banyak Dilirik Pengusaha

Laporan wartawan Bangka Pos, Ardhina Trisila Sakti

BANGKAPOS.COM, BANGKA- Usaha perhotelan di Kota Pangkalpinang ternyata masih menarik perhatian pembisnis. Berdasarkan data dari Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Pangkalpinang, jumlah hotel dan penginapan di Kota Pangkalpinang yang telah beroperasi hingga 2017 sebanyak 46 unit.

Dari data pun terlihat pertambahan jumlah tamu yang terdiri dari wisatawan nusantara dan wisatawan mancanegara dari tahun 2000-2016. Jumlah wisatawan nusantara di Kota Pangkalpinang lebih mendominasi daripada wisatawan mancanegara.

Meski demikian dari tahun ke tahun memang terjadi peningkatan jumlah tamu meski terbilang tak signifikan. Pada 2013 total jumlah tamu yang menginap di hotel mencapai 166.854 orang. Jumlah ini meningkat meski tak terlalu banyak sebesar 178.871 orang di 2014.

Sementara di 2015 jumlah tamu hotel meningkat cukup tajam menjadi 193.215 orang. Jumlah ini kemudian mengalami peningkatan meski tak banyak menjadi 198.008 orang tamu hotel pada 2016.

Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kota Pangkalpinang, Wendo Irwanto menjelaskan meski dari data jumlah tamu hotel tampak tak mengalami peningkatan tajam. Namun saat ini para pembisnis memang banyak melirik usaha perhotelan. Inilah yang menyebabkan kemunculan hotel baru di Pangkalpinang.

Sebagai Ketua PHRI Kota Pangkalpinang dan pelaku bisnis perhotelan, Wendo tak menampik peluang bisnis perhotelan bermula dari Pemerintah.

"Pemerintah pusat sedang fokus sektor pariwisata, hal ini sejalan dengan pemerintah daerah Babel. Kita lihat Gubernur kini (Erzaldi Rosman) mencetuskan ide-ide untuk mendatangkan tamu dari berbagai cara. Maka dari ini saya melihat teman-teman pengusaha mulai menginvestasikan uangnya untuk memulai bisnis dibidang pariwisata," jelas Wendo saat dihubungi Bangka Pos kemarin.

Keberadaan hotel baru di Pangkalpinang juga sempat disinggung Walikota Pangkalpinang, M.Irwansyah yang memikirkan kapasitas hotel di Pangkalpinang tak sebanding dengan tamu wisatawan dan mancanegara pada saat penyelenggaraan ajang bergengsi Motorcross Grand Prix World Championship (MXGP) 2017 lalu.

"Saya sakit kepala saat penyelenggaraan MXGP karena memikirkan banyak turis berdatangan dan membutuhkan hotel untuk menginap, sementara persediaan hotel masih sedikit," ujarnya saat meresmikan hotel baru Cordela Hotel kemarin, Kamis (5/10).

Menurutnya, beberapa bisnis hotel berpeluang maju pesat mengingat prediksi wisatawan yang berkunjung ke Pangkalpinang akan lebih banyak. Pasalnya akan pembukaan rute maskapai penerbangan ke Pangkalpinang akan lebih banyak ditambah adanya kesepakatan membangun jembatan penghubung antara Bangka-Sumatera Selatan yang dibuat oleh Gubernur terdahulu dengan Gubernur Sumatera Selatan Alex Noerdin.

"Banyak hotel yang dibangun di Pangkalpinang membuktikan Pangkalpinang merupakan kota layak investasi,"tutupnya.