Perwakilan Nelayan Dari Sejumlah Desa Audensi Tolak KIP di Perairan Rambat

Laporan Wartawan Bangka Pos Anthoni Ramli

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Perwakilan nelayan dari Desa Air Nyatoh, Rambat, Peradong, Tungau, Pelangas, menggelar audensi dengan Bupati Bangka Barat H Parhan Ali.

Audensi berlangsung di gedung Operasional Room (OR) 1 kantor Bupati, Jumat (6/10/2017) sore.

Selain Bupati audensi dihadiri, Kapolres AKBP Hendro Kusmayadi S.IK, Sekda Yunan Helmi, Kasi Intel Kajari Yuni Hariaman, Asisten M Soleh dan Camat Simpang Tertitip.

Alibaba perwakilan nelayan desa Air Nyatoh mengatakan, kedatangan pihaknya ke kantor Bupati untuk menyampaikan penolakan terhadap rencana beroperasinya sejumlah KIP di perairan Desa Rambat, Kecamatan Simpang Teritip.

Pria yang akrab disapa Baba itu juga memastikan, limbah beroperasinya KIP mencemari perairan Air Nyatoh dan sekitarnya. Sementara 80 persen warga desa Air Nyatoh berprofesi sebagai nelayan.

Limbah tersebut disebutkan Baba, akan merusak terumbu karang dan membunuh ekosistem dan biota laut, sehingga dikhawatirkan berimbas pada berkurangnya hasil tangkapan nelayan.

" Kedatangan kami kesini untuk menyampaikan penolakan dari sejumlah desa terkait rencana masuk dan beroperasinya sejumlah KIP diperairan desa Rambat. Sebab kami pastikan limbah KIP masuk ke perairan Air Nyatoh dan sekitarnya. Limbah ini tentu membuat rusak karang dan membunuh biota laut sehingga berombas pada berkurangnya tangkapan nelayan. Sementara 80 persen warga kami merupakan nelayan," ujar Baba disela-sela audensi, Jumat (6/10/2017).(*)