Pilot Project, Satu Titik Tanam 50 Bibit Bakau

Laporan Wartawan Bangka Pos, Nurhayati

BANGKAPOS.COM,BANGKA--Ketua DPC HNSI Kabupaten Bangka, Ridwan menilai penanaman bibit bakau untuk pelestarian mangrove yang dilakukan DPC HNSI Kabuaten Bangka, DPD KNPI Kabupaten Bangka dan PT Timah Tbk, Jumat (6/10/2017) di Lingkungan Nelayan 2 Sungailiat ini merupakan pilot project.

Selama ini penanaman bakau dengan sistem jarak maka yang mereka lakukan di satu titik di tanam sampai 50 batang.

"Ini project awal kita melihat bagaimana sistem kekuatan akarnya, pada saat akar ini sudah membangun sistem jaringan akan menahan agregat-agregat tanah dan lumpur untuk bersatu di situ sebagai gundukan dan harapan kami akan jadi besar," jelas Ridwan kepada bangkapos.com.

Dia menilai, abrasi laut yang terjadi di Lingkungan Nelayan 2 Sungailiat tetap ada sehingga pihaknya melakukan inisiasi untuk penanaman bakau sistem kelompok dengan beberapa titik dimana satu titik jumlahnya 50 hingga 60 batang.

"Kalau project awal ini berkembang biak dan berhasil maka sekeliling wilayah ini akan kita tanami bakau," kata Ridwan.

Pada saat bakau ini hidup dan tumbuh akan menjadi ekosistem baru sebagai rantai makanan untuk tempat ikan bertelur dan berkembang biak, jika sudah besar maka akan ke laut.

Untuk itu HNSI mengharapkan ada perhatian khusus terhadap kerusakan abrasi yang terjadi guna menanggulanginya secara bersama. Jika tidak ada keseimbangan alam maka semua sistem tidak bisa terjalin dengan stabil.

"Antusiasme masyarakat besar, makanya saat bakau ini sudah tumbuh kembang ide selanjutnya mengembangkan sistem budidaya bakau dan sistem budidaya kepiting bakau. Kalau ini tepat dan sesuai dengan keadaan alam yang dibutuhkan untuk kepiting bakau bisa kita budidayakan. Ini sekedar objek awal untuk serentetan ide lebih lanjut lainnya," ungkap Ridwan.