Popularitas Gatot Nurmantyo Bisa Geser Prabowo, Tonton Pidatonya di Depan Jokowi

BANGKAPOS.COM, JAKARTA - Pengamat politik sekaligus pendiri Lingkar Madani (LIMA) Ray Rangkuti mengatakan, Presiden Joko Widodo tak akan tertarik bersanding dengan Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo dalam Pilpres 2019.

Hal itu diungkapkannya, melihat elektabilitas Panglima TNI yang terus meningkat hingga 2,8 persen.

"Jokowi terihat tidak tertarik menggandeng Gatot, karena dengan terus meningkatnya elektabilitas, Panglima TNI berpotensi berhadap-hadapan dengan Jokowi," tegas Ray saat ditemui di kawasan Setiabudi, Jakarta Selatan, Kamis (5/10/2017).

Ray justru melihat Gatot cocok disandingkan dengan Ketua MPR Zulkifli Hasan, yang terus turun ke masyarakat akhir-akhir ini.

"Dalam satu tahun terakhir keduanya sama-sama sering turun ke masyarakat. Tetapi kita belum tahu apakah setelah pensiun dari kedinasan TNI, elektabilitas Gatot Nurmantyo akan terus naik," tuturnya.

Ray menambahkan, Gatot berpotensi menyingkirkan Prabowo Subianto dalam persaingan dengan Jokowi, lantaran elektabilitas Prabowo yang terus stagnan di angka 30 persen.

Tonton pidato Gatot saat HUT ke72 TNI:

Disetujui Akbar Tanjung

Sebelumnya Wakil Ketua Dewan Kehormatan Partai Golkar Akbar Tandjung kembali menegaskan, Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo ‎cocok mendampingi Joko Widodo dalam Pemilihan Presiden 2019.

Hal itu diutarakan Akbar dalam acara buka puasa bersama Partai Perindo di Jalan Diponegoro, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa, (30/5/2017) lalu.

"‎Saya milih yang konteks indonesia. Panglima TNI itu posisi yang penting dan sangat strategis. Dan dalam konteks itu kalau dia disebut-sebut sebagai calon wakil presiden ya wajar saja. Itu posisi yang tinggi sebagai Panglima TNI," katanya.

Menurut Akbar, Gatot memiliki jiwa kepemimpinan yang sangat baik. Sebagai Panglima TNI, jiwa kepemimpinan Gatot sudah teruji.

‎"Panglima TNI kan sudah melalui suatu proses yang boleh dikatakan seleksi kepemimpinannya sudah terujilah," paparnya.

Mantan Menteri Pemuda dan Olahraga di era Soeharto tersebut mengaku memiliki kedekatan dengan Gatot Nurmantyo. Istrinya, Krisnina Maharani, satu kampung halaman dengan Gatot‎ di Solo, Jawa Tengah.

‎"Secara pribadi kami deket. Dia kan orang Solo. Dengan istri saya apalagi. Dengan istri beliau juga deket. Saya pribadi juga deket dengan beliau," ungkapnya.

Sebelumnya dalam Rapimnas Partai Golkar di Balikpapan, Kalimantan Timur pekan ‎lalu, Akbar menyatakan Gatot memiliki modal yang kuat untuk menjadi cawapres.

Golkar sendiri telah mendeklarasikan dukungan kepada Joko Widodo di Pilpres 2019.