Simson Habisi Pasangan Kumpul Kebonya Gara-gara Nolak Intim dan Sebut 'Anunya' Kecil

BANGKAPOS.COM, PELAIHARI - Simson, pelaku kasus pembunuhan yang menggegerkan warga di perkebunan kelapa sawit di Lokbungur RT 18 Desa Damit Hulu, Kabupaten Tanahlaut, Kalimantan Selatan, ternyata pasangan tanpa status alias kumpul kebo karena belum resmi menikahi korban.

Informasi itu disampaikan Kapolres Tanahlaut, AKBP Sentot Adi Dharmawan kepada para pewarta di ruang Rupatama Mapolres Tanahlaut, Kamis (5/10/2017).

Fakta lain yang diungkap Sentot Adi Dharmawan motif pelaku menghabisi nyawa korban karena emosi yang diawali cekcok adu mulut hanya karena korban menolak berhubungan intim dan menyebut alat vital pelaku kecil.

Pelaku beranggapan pasangan tanpa ikatan pernikahan agama dan undan-undanv ini, kerap melihat istrinya di satu warung berbicara dengan para lelaki. Pelaku menyangka korban memiliki pria idaman lain.

"Perasaan cemburu menjadi motif pelaku melakukan pembunuhanterhadap korban," kata Sentot Adi Dharmawan.

Parang atau senjata tajam yang digunakan pelaku melukai korban, diakui pelaku mengambil di dapur.

Itu setelahnya korban menolak berhubungan intim dan memilih tidur membelakangi korban.

Ulah korban yang tidur membelakangi korban itu digunakan pelaku menebas leher pasangan kumpul kebonya. Korban ditebas di kepala, bahu belakang dan leher.

"Saya ambil parang di dapur. Itu parang buat kerja di kebun kelapa sawit," katanya.

Baca: Putra Yusril Ihza Mahendra Punya Istri Tak Kalah Cantik Setelah Gagal Nikahi Nabila Syakieb

Simson dihadirkan di Aula Rupatama Mapolres Tanahlaut dari Mapolsek Batuampar.

Itu karena sejumlah media elektronik dari Kota Banjarmasin ingin mengonfirmasi kasus yang viral di media sosial tersebut.

Rilis pengungkapan kasus itu sekaligus meluruskan berita bahwa korban bukan istri pelaku.

Tapi teman hidup serumah dengan pelaku hingga punya anak dua tahun dan korban hamil empat bulan.

Hidup pasangan korban dan pelaku itu ternyata tanpa status atau legalitas sebagai suami istri. Itu diakui saksi yang merupakan kakak pelaku di penyidik.

Keduamya berhubungan suami istri belum diresmikan di pihak gereja dan di Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil.

(Banjarmasin Post/Mukhtar Wahid)

Tonton juga: