Kanal

Ditakuti di Kampungnya, Preman Kampung Ini Tersungkur di Tangan Polisi

Situasi penangkapan Tersangka AM alias Ketuk di Jalan Raya Desa Penagan Mendobarat Bangka, Selasa (24/10/2017) dinihari.Tampak Am alias Ketuk tersungkur mencium aspal dan langsung diborgol petugas - ist

Laporan Wartawan Bangka Pos, Fery Laskari

BANGKAPOS.COM, BANGKA-- Seorang pemuda yang disebut-sebut sebagai preman kampung di Desa Penagan Mendobarat Bangka ditangkap polisi.

Pria rambut gondrong yang dimaksud, AM alias Ketuk (26) ditangkap, Selasa (24/10/2017) dinihari.

"AM alias Ketuk ini ditakuti di kampungnya. Dia itu semacam preman lah, banyak yang tidak berani sama dia. Kita sudah lama mencari Ketuk, karena dia diduga telah menganiaya seorang pemuda asal Desa Kota Kapur, Abdul Kodir Jailani," kata Kapolres Bangka AKBP Johannes Bangun diwakili Kapolsek Mendobarat AKP Hendra Wirman kepada Bangka Pos Group, Selasa (24/10/2017).

AM alias Ketuk merupakan warga Kampung Lama Dusun II Desa Penagan Kecamatan Mendobarat. Ketuk dicari-cari polisi karena bersama dua temannya, FZ dan RV, mengeroyok korban.

Kasus ini dilaporkan korban ke Polsek Mendobarat, beberapa waktu lalu. Laporan korban tertuang dalam
Laporan Polisi LP/B-171/VII/2017/ Babel/Res.Bka/Sektor Mendobarat, Tanggal 18 juli 2017.

"Yaitu tentang tindak pidana dengan terang- terangan dan dengan tenaga bersama menggunakan kekerasan terhadap orang atau barang sesuai dengan yang dimaksud dalam Pasal 170 KUHP," kata Kapolsek, memastikan tersangka ditahan.

Mengenai dramatis penangkapan Ketuk menurut Kapolsek, dilakukan mulai tengah malam. Ketika itu Kapolsek dan tiga anggota meluncur ke Desa Penagan saat mendengar Ketuk akan nongkrong bersama teman-temannya di bawah Tower desa setempat.

"Namun saat kita tiba di lokasi, Ketuk tak ada," katanya.

Kapolsek kemudian menelusuri berbagai titik di desa ini. Rupanya secara tak sengaja, Ketuk melintas menggunakan sepeda motor di Simpang Tiga Desa Penagan, arah Kota Kapur.

Polisi balik arah, mengejar sang buronan tadi dan langsung mencegatnya.

"Saat itu Ketuk berusaha melawan dan melarikan diri. Makanya langsung kita borgol dan bawa ke Mapolsek Mendobarat guna proses lebih lanjut. Sedangkan dua rekannya, FZ dan RV dimbau untuk menyerahkan diri," katanya.(*)

Penulis: ferylaskari
Editor: Iwan Satriawan
Sumber: bangkapos.com

Beredar Isi Percakapan Asusila Kepsek SMAN 7 Mataram yang Menyeret Baiq Nuril

Berita Populer