Kanal

Terseret Perkara Korupsi di BLH, Kejari Pangkalpinang Jebloskan Direktur Perusahaan Ini

Ilustrasi - net

Laporan Wartawan Bangka Pos, Ryan A Prakasa

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Sri Mulia Ika (SMI) selaku direktur CV Mahandika, Senin (27/11/2017) siang akhirnya 'dititip' di rumah tahanan (rutan) Tuatunu, Kota Pangkalpinang.

SMI sendiri kini berstatus sebagai tersangka terkait kegiatan proyek pengadaan rehabilitasi kerusakan ekosistem (penyiapan lahan, clean up, pembelian bibit, penanaman dan pemupukan) di Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kota Pangkalpinang bersumber dari dana APBN tahun 2013.

Demikian hal itu disampaikan oleh Plt Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Kota Pangkalpinang, Maiza Choirawan SH melalui Kasi Intelijen Kejari Kota Pangkalpinang, Hendi Arifin SH, dalam pesan elektronik atau whatapps (WA) dalam grup wartawan, Senin (27/11/2017) malam.

"Pada hari ini Senin tanggal 27 nov 2017 JPU pada KN Pangkalpinang menerima penyerahan tanggung jawab tersangka dan barang bukti (Tahap II) dari penyidik Polres Pangkalpinang perkara tipikor pengadaan rehabilitasi kerusakan ekosistem (penyiapan lahan, clean up, pembelian bibit, penanaman dan pemupukan) di Badan Lingkungan Hidup Pemko Pkp. Dengan sumber dana APBN tahun 2013," kata Hendi dalam pesan tersebut.

Dijelaskan Hendi, terkait perkara tipikor itu terdakwa (SMI) ditahan selama 20 hari oleh jaksa penuntut umum (JPU) Kejari Kota Pangkalpinang di rutan wanita Kota Pangkalpinang.

Dari kegiatan proyek di BLH Kota Pangkalpinang itu tersangka diduga telah merugikan keuangan negara hingga mencapai Rp 169 juta.

"Akibat perbuatan terdakwa negara telah dirugikan sebesar 169 juta rupiah," tegas Hendi.

Penulis: ryan augusta
Editor: edwardi
Sumber: bangkapos.com

Sebelum Tewas, Anak Korban Pembunuhan di Bekasi Tulis Surat: Mama Papa Maafin Kakak Sudah Buat Marah

Berita Populer