Kanal

Ikut Rapat Dengar Pendapat, Perwakilan Belitung Timur Ini Ngaku Diintimidasi

Sekjen HNSI Beltim, Aman Saprin dan Ketua LSM Solidaritas Masyarakat Beltim, Rudy Ariyady - Bangkapos/Hendra

 Laporan Wartawan Bangka Pos, Hendra

BANGKAPOS.COM, BANGKA POS -- Perwakilan nelayan Belitung Timur mengaku diancam oleh perwakilan daerah lain saat menyampaikan pendapat di rapat dengar pendapat bersama dengan gubernur Bangka Belitung, Jumat (29/12/2017).

Sekjen HNSI Beltim, Aman Saprin kepada bangkapos.com mengatakan peristiwa pengancaman tersebut sebenarnya sudah terjadi saat hendak ke acara rapat. 

“Di bandara juga kami sudah diintimidasi dan diancam. Tidak tahu dari daerah mana, yang jelas masih di Belitung saja kami sudah seperti itu,” ujar Aman, didampingi LSM Solidaritas Masyarakat Beltim, Rudy Ariyady.

Menurut Aman, permasalahan tersebut berpangkal terkait rencana perda RZWP3K atau zonasi.

Pihak dari Belitung Timur disebut-sebut setuju dengan adanya wilayah penambangan.

“Bukan seperti itu. Kami hanya ingin kalau memang ada sumber daya alam didaerah kami, tidak masalah dimanfaatkan untuk hal yang lebih baik. Kalau tidak pun tidak masalah,” ujar Aman.

Namun mereka tidak mau ada pihak lain yang mengintervensi. Karenanya pihak lain tak perlu melakukan intervensi.

“Selama ini kami diam, sekarang biar kami yang bersuara menyampaikan pendapat kami. Kami juga pelaku pariwisata, nelayan dan juga perikanan. Kalau bisa bersinergi, kenapa tidak. Intinya seperti itu,” ujar Aman.(*)

Penulis: Hendra
Editor: Iwan Satriawan
Sumber: bangkapos.com

5 ABG Digerebek Hendak Gelar Pesta Seks di Makassar, 3 Gadis Masih di Bawah Umur

Berita Populer