Kanal

Hutan Mangrove Perimping Kawasan Konservasi, Diluarnya Lahan Reklamasi

Satu unit exavator atau alat berat, dalam beberapa hari terakhir ini, beroperasi dilokasi tambang inkonvensional (TI) di sekitar hutan mangrove kawasan DAS Perimping di Dusun Bernai Desa Berbura Kecamatan Riausilip. - Bangkapos/riyadi

Laporan Wartawan Bangka Pos Riyadi

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Aktivitas tambang inkonvensional (TI ) menggunakan exavator (alat berat) dalam beberapa hari terakhir ini, masih berlangsung di salah satu lahan di sekitar hutan mangrove di ujung Dusun Bernai Desa Berbura Kecamatan Riausilip.

Kasi Kesra Pemdes Berbura Samsuri mengatakan, posisi lahan di ujung Dusun Bernai (antara SDN 13 dan Jembatan Perimping) merupakan lahan eks tambang PT Timah, lahan reklamasi.

"Kalau hutan mangrove- nya itu masuk konservasi," kata Samsuri kepada bangkapos.com Sabtu (13/1/2018).
Samsuri mengatakan, tidak tahu siapa yang melakukan aktivitas penambangan di tempat tersebut.

"Kayaknya nggak ada laporan ke desa," ujarnya.

Diberitakan sebelumnya, aktivitas penambangan menggunakan alat berat itu, mepet dengan hutan mangrove.

Warga setempat menyebutkan, bahkan kegiatan penambangan tersebut sudah memakan hutan mangrove DAS Perimping.(*)

Penulis: riyadi
Editor: Iwan Satriawan
Sumber: bangkapos.com

Hasil Final Polling Mata Najwa di 3 Sosmed, Prabowo-Sandi Unggul dari Jokowi-Ma'ruf Amin

Berita Populer